ngadu nyali dengan pengendara lain

semenjak kehamilan ran diawal tahun 2007 ini, gue meminjam mobil untuk transportasi ke kantor. tujuannya supaya mempernyaman ran. tapi apa nyana, yang terjadi ran tetep stress dengan perjalanan jakarta. ditambah dengan emosi gue yang gampang meledak ledak.

trafik lalu lintas di jakarta sangat sangat sangat menyebalkan. terutama pada saat pulang kantor. dimana segala macam kendaraan tumplek jadi atu serobot sana serobot sini. ditambah perjalanan yang jauh - kalo misalnya gue di tempat client yang harus melewati beberapa persimpangan macet, seperti di depan seberang kantor walikota jakarta selatan, di pertengahan wijaya 1 dan kalo ujan, ada kemungkinan jembatan casablanca akan muaced.

akibat akumulasi hal hal seperti macet, trafik yang padat, semwarut, selak selakan, walhasil emosi tersulut. kalo udah gitu ngga mau ngalah sama apapun, bahkan sama orang pejalan kaki. pelotot pelototan sama pengendara motor udah kaya’ ajang ngadu nyali. siapa yang cuek di pelototin dia menang. yang tetep melotot cuma dapet pegel aja matanya, kalo tetep di seruduk sama kap mobil.

balap-balapan antar kendaraan - ngadutrafik - begitu mungkin istilah ngarang nya, segera digeber ketika lampu trafik lalu lintas berwarna hijau. dan bahkan jauh menjelang lampu hijau, klakson klakson segala macam rupa, mulai dari tit, tet, toet, sampe sirene-sirene-an udah berkumandang.

kadang lampu trafik lalu lintas diabaikan, untuk bisa diatur sama tangan polisi. atau juga tumpang tindih kewenangan polisi dan DLLAJR. ditambah dengan cuaca selama tahun 2006 2007 ini yang tidak teratur.

walhasil, untuk bisa jalan tenang di jakarta, minimal dilakukan jam 12 malam sampai dengan jam 5 pagi. sisanya, siap siap aja nyimpen emosi, supaya gak perlu ngadu nyali sama pengendara lain

merah tidak berarti merah, hijau tidak selamanya hijau

perjalanan dari rumah - tanah abang - TB. Simatupang, gue melewati jalan sultan iskandarsyah menuju pangeran antasari.

lalu lintas di persimpangan sultan iskandarsyah dengan melawai selalu tidak sama dengan lampu lalu lintas yang sedang menyala saat itu.
jika lampu sedang hijau, belum tentu lalu lintas nya berjalan, karena polisi lalu lintas yang ada di situ menghentikan kendaraan untuk mempersilahkan lalulintas dari arah lain yang melintas untuk lewat lebih dulu.
atau, jika sedang lampu merah, kendaraan tetep diperintahkan untuk melaju oleh polisi.

nah, hal ini menurut gue berbahaya banget. karena polisi yang mengatur arus lalu lintas tersebut sering tidak terlihat oleh pengendara. sehingga yang tadinya mungkin sedang lampu hijau, lalu polisi mencoba menghentikan kendaraan yang-mungkin- sedang melaju agak kencang. walhasil kendaraan tersebut harus mengerem secara mendadak. yang mungkin bisa berakibat fatal jika kendaraan lain dibelakangnya gagal mengerem.

ini juga teori gue tentang kecelakaan jalan tol yang terjadi ketika presiden SBY melintas. karena si petugas yang menghentikan tidak terlihat, sehingga kendaraan lain yang berada jauh dibelakang gagal mengerem (karena tidak tahu kalau laju perjalanan sedang dihentikan).

dan juga misalnya ketika lampu merah sedang menyala, tapi polisi menyuruh kendaraan untuk melaju, hal ini membuat raguragu sekilas yang bisa menimbulkan klakson sana sini.