blitz megaplex

spiderman 3 ticket blitzmegaplexsetelah kemunculan pertama kali di paris van java, bandung. pada bulan april 2007, blitz megaplex hadir di jakarta, di grand indonesia lantai 8.

blitz menyajikan studio yang lebih banyak dari pada yang di tawarkan saingannya di 21 group. sehingga dalam rentang waktu yang setengah jam saja bisa memutar film yang sama nyaris bersamaan.

selain itu blitz juga menayangkan film film yang selama ini belum tersentuh oleh group 21, antara lain film eropa, film asia (jepang, korea), anime, film independen, film festival.

karena itu lantas menjadi tempat yang menyenangkan bagi para peminat film yang selama ini mungkin menunggu jiffest untuk bisa menonton film film non-hollywood.

untuk pasaran jakarta, tampaknya harga tiket nya memang bersaing. tapi untuk bandung, harga tiket nya untuk menonton di hari non-weekend sangat murah. dihitung dari sisi kualitas studio nya (gambar dan audio) selain karena masih baru tentu juga masih bagus.

pengalaman pertama nonton di blitz dengan menonton spider-man 3 di hari minggu tampaknya adalah hal yang salah.

  • pertama, penonton yang datang membludak. apalagi dengan hanya dibukanya 4 loket dari 6(7?) loket yang tersedia.
  • setiap pembeli karcis minimal 5-15 menit untuk bisa terlayani. karena pembeli karcis mesti milih milih kombinasi studio dan jam berapa yang masih ‘agak’ available. ini dikarenakan banyaknya studio yang memutar film yang sama. dan variasi jam yang banyak pula.
  • tidak ada petugas yang mengatur atau mengarahkan dimana sebaiknya mengantri, jadi antrian lane pertama lebih panjang dari pada lane 4 yang letaknya agak di dalam.
  • diseberang loket tiket, ada loket pembelian makanan (atau gratis ya?..) yang panjang antriannya, ujungnya menyentuh ujung antrian beli tiket. sehingga hectic dan udah kaya’ pasar deh.

dan sialnya, dapet baris ke 4 dari depan agak disebelah kanan layar. sebenernya pas dapet bangku tersebut, udah berdoa semoga studio (blitz menyebut studionya auditorium) audi-nya biarpun duduk deket layar tetep bisa nyaman. dan ternyata doa tinggal doa, pegel dan bete juga nonton kedeketan sama layar.

lalu dari sisi design interior, agak merasa kurang sreg dibeberapa lokasi.

  • pintu audi nya, putih, jelek amat. dan untuk tau itu audi berapa, harus ngeliat ke karpet di depannya atau di neon lampu di atasnya yang posisinya nyaris vertikal.
  • toilet, wastafel nyacuma segede piring makan yang lebar, walhasil aer cuci tangan atau pas lagi mo ngambil sabun, berceceran di mana mana. dan urinoirnya yang otomatis.. euh :(
  • pelokasian loket tiket dan pembelian makanan, seberang seberangan sehingga antriannya overlap.
    btw, popcornnya gratis ya untuk setiap pembelian tiket? soalnya gue gak pernah liat ada antrian makanan sepanjang ituh..
  • sisanya, lumayan menarik, ada smoking section, dan ada sofa tunggu nya, enggak kaya group 21 yang sudah menghilangkan sofa tunggu nya di sebagian besar bioskopnya.

tukang bajaj dan teknologi

ternyata tidak semua tukang bajaj mau menerima kemajuan teknologi. kemunculan bajaj ber bahan bakar gas ternyata di tolak oleh tukang bajaj. padahal teknologi gas yang ramah lingkungan akan mengubah citra bajaj yang selama ini bising, berasap knalpot yang hitam.

seperti yang dilansir bin_uko yang mengomentarin sterli yang sudah nyobain naik bajaj bbg, bahwa setoran supir bajaj ber bbg lebih murah dari pada setoran bajaj bensin biasa. harusnya hal ini mengubah pandangan para tukang bajaj, juragan, dan orang orang yang terkait tidak jelas dengan perputaran uang di bajaj.

tapi tampaknya orang orang tersebut mungkin dari si-empunya-bajaj alias juragan bajajnya, yang gak mau kekurangan uang setoran. sehingga mencari cari alasan bahwa bajaj bbg lebh mahal harga nya, dll. ya iya lah lebih mahal. pertama karena teknologi gas emang belom murah. kedua, jarang ada harga benda yang mirip dan bentuk nya lebih bagus, dan baru pula, harga nya lebih murah.

harusnya pemda dki memaksakan (misalnya dengan membuat undang undang) supaya semua bajaj diganti. jakarta yang polutif ini diharapakan bisa lebih baik udaranya. nanti setelah itu khan bisa memaksa supaya franchise spbu pertamina untuk menyediakan pompa pengisian gas. nah abis itu baru maksa produsen mobil dan motor untuk bikin kendaraannya berbahan bakar gas.

tapi semoga jika emang bener bisa dipaksakan, semoga gak dibuat birokrasi yang bertele tele yang mengakibatkan pungli ketika mendaftar atau membuat suarat ijin trayek si bajaj.

link blogger yang udah nyobain bajaj bbg : bajaj bbg, bajaj bbg, be not affraid