parkir

di jakarta, yang namanya parkir mobil adalah hal yang paling menjengkelkan. ketika harus berkunjung ke suatu tempat yang punya space parkir se-uprit dibutuhkan tingkat kesabaran yang tinggi dan kemahiran memarkir mobil yang mumpuni.

tapi kadang kala, lahan parkir yang luas pun ga ngejamin kita bisa mendapatkan parkir dengan mudah. contoh : di mal. jika ada orang datang ke mal, dan dalam hitungan 15 menit (dihitung dari ngambil tiket) langsung dapat parkir, pasti tingkat keberuntungan tu orang yang tinggi.

walhasil dengan lahan parkir yang kurang. maka adalah, jalanan yang jadi lahan parkir seperti di jalan kebun sirih atau di jalan salemba. dan bahkan di salemba ini — di deket PMI — lahan parkirnya di prakarsai oleh kantor polisi. ngambil 2 lajur! tobh lah.

di beberapa tempat, yang punya lahan parkir lumayan, akhirnya pelit. mereka ga ngijinin orang yang tidak berkepentingan di tempat mereka untuk parkir dilokasi mereka.
contoh kongkrit : pelataran parkir komplek kartika chandra.
beberapa tahun lalu, kalo mau nonton 21 di planet hollywood, kalo penuh disekitaran ph, loe bisa ngegeser parkir elo ke arah hoka-hoka bento. atau bahkan sampai ke sctv.
tapi sekarang, gak bisa! hokben ngambil jatah sendiri, sctv masang pintu karcis sendiri. trus di depan hotel pun di kapling kaplingin sama satpam.

nah ada sih beberapa tempat yang akhirnya menyediakan lahan parkir yang baik, dari pada semrawut parkir di pinggir jalan, contohnya di menteng, dengan dibuatkannya gedung parkir. sehingga semua orang yang hendak berkunjung ke sekitaran situ, wajib parkir di gedung, kalo engga, ya ga bisa parkir.

unrelated post : parkiran motor

raperda ketertiban umum

penduduk dilarang menjadi pengemis, pengamen, pedagang asongan, dan pengelap mobil, maupun menjadi orang yang menyuruh orang lain melakukan aktivitas itu.
link : 101 larangan dalam raperda ketertiban umum

gue antara setuju dan ga setuju dengan adanya raperda mengenai ketertiban umum ini.

  1. pertama, pemda dki terlalu ngurusin remah remah, sehingga inti permasalahan kenapa ada pengemis, pengamen, pedagang asongan dan pengelap mobil itu ada nggak kepikiran.
  2. kedua, saking detailnya jobdesc yang tercantum dalam peraturan itu, hingga banyak yang terlewat, masa’ gak ngitung :
    1. orang yang minta duit di U-turn (polisi cepek),
    2. timer (orang yang sering mintain duit di tempat bus/metromini/mikrolet ngetem),
    3. tukang parkir yang gak resmi (resmi tapi duitnya malah masuk kantong sendiri, gak berkarcis),
    4. dan banyak lainnya lah
  3. ketiga, sebelum ngurusin ketertiban umum, urusin dululah ketertiban diri sendiri. masa’ di jalan kebon sirih di depan kantor gubernur itu, mobil parkir make dua lajur jalan!