lingkungan rumah sakit

gara gara ngebaca tulisan cosa tentang UGD, gue jadi teringat sama kondisi lingkungan rumah sakit di jakarta.

nyaris hampir semua rumah sakit di jakarta, di lingkungan sekitarnya pasti ada para pedagang kaki lima yang jualan buah dan makanan kecil. ditambah dengan keadaan macet di lingkungan di jalan menuju rumah sakit tersebut, menimbulkan pertanyaan jahat di benak gue.

“apakah ada orang yang lagi dibawa ke rumah sakit akhirnya meninggal di ambulance karena jalanan menuju rumah sakit macet?”

contoh: rumah sakit cipto mangunkusumo, selain jalanan depannya [lupa nama jalannya] yang sering macet, ketika masuk ke dalam pagar rumah sakit, langsung disambut dengan pikuknya orang lalu lalang di deket pintu UGD nya. kalo serame itu orang lalu lalang, bagaimana ambulan bisa dengan cepat menurunkan pasien?
ditambah, bentuk jalanan menuju UGD membuat supir pasti agak melakukan manuver menikung.
kenapa ya? gak dibuat segampang mungkin supaya ambulan bisa dengan cepat masuk, dan menurunkan pasien?.

rumah sakit di jalan raden saleh, jalanan disekitar situ pun maced, ditambah dengan pedagang kaki lima yang berada dideket pintu masuk.

rumah sakit pusat angkatan darat gatot subroto, di depan atrium senen sebenernya ada 3 lajur, tapi lajur kanan di pake busway. dan lajur kiri di pake sama bis ngetem, dan di deket jembatan penyebrangan lajur berubah jadi satu lajur, karena ada penyempitan jalan. bagaimana ambulan bisa lancar sampe kesitu?

jebakan betmen jalur busway

penanggung jawab pembuatan jalur busway koridor yang sedang dibangun (4 s/d 8) seharusnya di tangkap dan dipenjara dengan tuduhan melakukan perbuatan yang membahayakan jiwa orang lain.

di deket ITC cempaka mas, sedang dilakukan pembuatan jalur busway. Jalur tersebut dibuat lebih tinggi dari jalanan aslinya. walhasil jika malam tiba, apalagi seringnya hujan turun dijakarta, membuat pengendara kendaraan lengah dan mempunyai jarak pandang terbatas.

kemarin, di deket ITC cempaka mas, tampak sebuah mobil tergantung separuh badannya, bagian kiri dibawah, bagian kanannya masih diatas jalur busway. tampaknya karena tidak melihat atau tidak tahu bahwa jalur busway lebih tinggi dari jalanan sekitarnya, sehingga pengemudi secara tidak sadar mengendarai mobilnya melewati pembatas.  walhasil mobilnya jatuh tergantung, entah apakah as rodanya masih utuh apa engga.

di berita kemarin sore, polisi pun membenarkan banyaknya pengendara kendaraan bermotor yang mengalami kecelakaan karena jalur busway yang dibuat lebih tinggi dari jalan biasanya.
tapi jika sudah tahu seperti itu, harusnya ‘pembuat’ jalur busway memberikan tanda tanda SEPANJANG jalur yang dibuatnya. sehingga pengendara yang tidak tau situasi bisa lebih waspada.
kalau ternyata ngga sanggup menyediakan peringatan tersebut, ya harus dikenai tuduhan yang gue sebut diatas, dan perlu di tahan.