mangga 2 mall

parkir di mall di jakarta adalah perjuangan. salah satu mall yang paling gue sebelin dalam hal parkir adalah mangga 2 mall.

bisa lebih dari 30 menit untuk nyari parkir. ditambah kemacetan di basement parkir setiap ada mobil yang sedang markir atau mau keluar.

ujung-ujungnya parkir ditempat ga lazim. seperti di atas trotoar (di basement). atau di tempat yang nyusahin kendaraan lain untuk lewat, misalnya agak menghalangi pintu exit.

setelah elo dengan susah payah dapat parkir, untuk naek ke mall nya cuma ada SATU lift!
dan itu pun lift ketika sampai di basement, selalu dalam kondisi hampir penuh — karena dari lantai satu yang pengen naek keatas, tapi ga sabar dengan lift yang lambat dan selalu nyaris penuh ketika lift sampai di lantai 1.

udah gitu liftnya udah ga bisa diandalkan lagi. penuh juga belum, eh udah bunyi sehingga orang harus menggoyang-goyangkan liftnya supaya bunyi indikatornya mati.

untuk orang yang ga sabar atau buru-buru biasanya jalan kaki ke exit trus naek keatas, dan gue yakin ini bukan pilihan yang aman, karena adanya kendaraan yang keluar basement. dan exit tersebut bukan jalan orang, tapi jalan buat kendaraan.
atau juga bisa pake lift barang, atau pake tangga darurat di ujung mall.

intinya mall mangga 2 sama sekali ga merhatiin fasilitas yang memudahkan pengunjung.
namanya aja ‘mall’, tapi kondisi kaya’ gini lebih mirip dibilang sebagai pertokoan biasa.

blitz megaplex

spiderman 3 ticket blitzmegaplexsetelah kemunculan pertama kali di paris van java, bandung. pada bulan april 2007, blitz megaplex hadir di jakarta, di grand indonesia lantai 8.

blitz menyajikan studio yang lebih banyak dari pada yang di tawarkan saingannya di 21 group. sehingga dalam rentang waktu yang setengah jam saja bisa memutar film yang sama nyaris bersamaan.

selain itu blitz juga menayangkan film film yang selama ini belum tersentuh oleh group 21, antara lain film eropa, film asia (jepang, korea), anime, film independen, film festival.

karena itu lantas menjadi tempat yang menyenangkan bagi para peminat film yang selama ini mungkin menunggu jiffest untuk bisa menonton film film non-hollywood.

untuk pasaran jakarta, tampaknya harga tiket nya memang bersaing. tapi untuk bandung, harga tiket nya untuk menonton di hari non-weekend sangat murah. dihitung dari sisi kualitas studio nya (gambar dan audio) selain karena masih baru tentu juga masih bagus.

pengalaman pertama nonton di blitz dengan menonton spider-man 3 di hari minggu tampaknya adalah hal yang salah.

  • pertama, penonton yang datang membludak. apalagi dengan hanya dibukanya 4 loket dari 6(7?) loket yang tersedia.
  • setiap pembeli karcis minimal 5-15 menit untuk bisa terlayani. karena pembeli karcis mesti milih milih kombinasi studio dan jam berapa yang masih ‘agak’ available. ini dikarenakan banyaknya studio yang memutar film yang sama. dan variasi jam yang banyak pula.
  • tidak ada petugas yang mengatur atau mengarahkan dimana sebaiknya mengantri, jadi antrian lane pertama lebih panjang dari pada lane 4 yang letaknya agak di dalam.
  • diseberang loket tiket, ada loket pembelian makanan (atau gratis ya?..) yang panjang antriannya, ujungnya menyentuh ujung antrian beli tiket. sehingga hectic dan udah kaya’ pasar deh.

dan sialnya, dapet baris ke 4 dari depan agak disebelah kanan layar. sebenernya pas dapet bangku tersebut, udah berdoa semoga studio (blitz menyebut studionya auditorium) audi-nya biarpun duduk deket layar tetep bisa nyaman. dan ternyata doa tinggal doa, pegel dan bete juga nonton kedeketan sama layar.

lalu dari sisi design interior, agak merasa kurang sreg dibeberapa lokasi.

  • pintu audi nya, putih, jelek amat. dan untuk tau itu audi berapa, harus ngeliat ke karpet di depannya atau di neon lampu di atasnya yang posisinya nyaris vertikal.
  • toilet, wastafel nyacuma segede piring makan yang lebar, walhasil aer cuci tangan atau pas lagi mo ngambil sabun, berceceran di mana mana. dan urinoirnya yang otomatis.. euh :(
  • pelokasian loket tiket dan pembelian makanan, seberang seberangan sehingga antriannya overlap.
    btw, popcornnya gratis ya untuk setiap pembelian tiket? soalnya gue gak pernah liat ada antrian makanan sepanjang ituh..
  • sisanya, lumayan menarik, ada smoking section, dan ada sofa tunggu nya, enggak kaya group 21 yang sudah menghilangkan sofa tunggu nya di sebagian besar bioskopnya.