perubahan lalulintas persimpangan coca-cola

tadi pagi ketika dari rumah hendak ke tol dalam kota, setelah keluar dari kodam melewati itc cempaka mas siap siap ngambil lajur kanan untuk belok kearah cawang.
melihat lampu hijau dan countdown indicator masih ada 2 menit lebih, tapi koq mobilmobil pada mandeg. aneh. saking keselnya gue nglakson agak brutal ;-). ternyata mobil² tersebut gak bisa belok kanan karena persimpangannya dipasang cone pembatas jalan.

heh. aneh. ada penutupan jalan, tapi ga ada peringatannya.
trus gue ngelirik agak ke kiri, jalur kiri ada tulisan cawang, dan beberapa mobil menuju kesana.
langsung gue masang lampu sen kiri. padahal gue ada di lajur paling kanan.

ternyata jalan menuju cawang merupakan u-turn mirip jembatan semanggi, jalur tersebut merupakan jembatan yang memutar naik keatas dan turun lagi sesaat sebelum pintu masuk tol.

huh! ada pengalihan jalan kaya’ gini koq ga ada rambu-rambu nya sih :(

rata ga rata

kemarin untuk pertama kalinya gue melewati jalan gatot subroto — dari arah semanggi ke arah kuningan – setelah hampir 2 tahun gak pernah lewat situ. betapa kagetnya gue, ketika harus terhonjakhonjak keatas kebawah gara gara melewati tembelan yang tersebar disana sini bagaikan ranjau darat. gak rata.

tembelannya banyak bertebaran di lajur tengah tengah, mungkin ini akibat pembangunan jalur busway. entah.

bener bener susah nyari jalanan yang nyaman untuk dilewati kendaraan seperti motor di jakarta ini. siang aja udah berbahaya, apalagi malem. dimana penerangan jalan pun ala kadarnya, yang gak cukup nerangin jalan yang bahkan lampunya mati - ga nyala.