pasang, bongkar, pasang

kalau membayangkan lego, atau puzzle yang memang peruntukkannya adalah pasang, bongkar, pasang – mau seberapa sering bongkar pasangnya, tentu ga ada rasa kesal, karena itulah main.

tapi ketika yang dipasang, bongkar, pasang adalah hal yang real, jadi rasanya koq miris.

di sebuah trotoar yang baru jadi di sebuah lokasi di jakarta, semua ‘ubin’ sudah terpasang, ternyata harus dipasang tonggak-tonggak (penghalang?) berlogo pemda dki.

di foto terlihat, bahwa semua ‘ubin’ dipasang dahulu. dan kemudian ditandai mana yang akan dijadikan lokasi tonggak.

dan kemudian…

… ubin tempat bakal tonggak dibongkar lagi, untuk kemudian dipasangi tonggak, lalu ubin yang sudah dipotong untuk dipasang lagi.

apa iya, memang begitu caranya secara keilmuan perteknikan?

apa engga sebaiknya direncanakan untuk pasang tonggaknya kemudian baru pasang ubin penutup tonggaknya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s