Atlantis Ancol

nama resmi Atlantis Ancol adalah Atlantis Water Adventure, yang dahulu bernama Gelanggang Renang Samudra.

Atlantis ini merupakan kolam renang yang mempunyai anjungan permainan seperti perosotan – luncuran, kolam arus, kolam ombak, kolam bola, dan kolam permainan anak-anak.

berlokasi di Ancol, membuat kalau hendak berenang di sini terkena biaya masuk Ancol. sebuah cost extra untuk menikmati water park dibanding water park lain yang hanya bermodalkan tiket masuk kolam, plus biaya parkir.

IMG_20180707_154312.md.jpg
harga tiket masuk saat ini, Juli 2018, adalah Rp200.000,- per kepala

IMG_20180707_143613.md.jpg
IMG_20180707_150616.md.jpg

IMG_20180707_150737.md.jpg

beberapa wahana sangat memuaskan terutama seluncuran, ada dua seluncuran yang letaknya agak berjauhan. jadi puas-puasin dulu di satu seluncuran sebelum pindah ke seluncuran yang satu lagi.

wahana lain, kolam permainan anak, dan kolam bola.
yang letaknya juga berjauhan. sehingga jika sudah di satu kolam, mendingan puas-puasin dulu aja.
ketika kemarin berenang di sana, kolam bola, tidak sepenuh seperti yang di foto. jadi bola-bolanya sudah tinggal kurang dari separuh kolam.

dan kolam ombaknya berlantaikan semen yang dibentuk tajam-tajam, sehingga berpotensi luka.

kolam ombak ini dikelilingi dengan kolam arus, jadi ketika waktunya ombak dinyalakan, efeknya juga terasa ke kolam arus.

jika dibanding water park yang lain, memang tidak banyak wahananya.

dan ruang bilas pria, slot pintunya semua sudah rusak, jadi tidak bisa dikunci. :(

Advertisements

Taman Ismail Marzuki

Taman Ismail Marzuki ini adalah lokasi mashup.
secara judul, Taman Ismail Marzuki ini adalah pusat kesenian dan kebudayaan, karena di sini ada gedung teater pertunjukan, dan balai pameran. tapi ada juga beberapa gedung lagi yang diluar kesenian, antara lain Planetarium, dan kampus Institut Kesenian Jakarta, dan di ujung luar ada pemadam kebakaran.

jika orang baru kali ini masuk ke dalam lingkungannya, bisa dibilang buta arah. tidak ada petunjuk yang deskriptif, gedung ini untuk apa dan apa isinya.

nyaris semua bangunan di lingkungan TIM ini sudah uzur, beberapa sudah ada yang direnovasi, namun ada juga yang tetap bentuknya tidak mengalami perubahan.

salah satu gedung yang merupakan renovasi terbaru adalah gedung Teater Jakarta

Teater Jakarta
Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki

sebagai pusat seni, bermacam-macam kegiatan aktivitas berkesenian banyak dilakukan, salah satunya adalah latihan menari

 

bundaran HI

seumur-umur gue di Jakarta, belum pernah sama sekali menginjakan kaki di bundaran air mancur HI.

 

bundaran HI
lalu lintas di bundaran HI

 

 

selain emang ga pernah ikutan demo, dan juga ga pernah menyempatkan diri ke sana kalau lagi car-free day. kemarin desi pengen ngajak anak-anak ke acara launching downy pelembut pakaian di grand indonesia. acaranya ada marching band dan jalan kaki santai mengelilingi air mancur bundaran HI.

jadi selagi mengelilingi bundaran air mancur tersebut, saya mengambil foto-foto anak-anak dan bundanya.

hari minggu tersebut, disekeliling bundaran HI, yang berdekatan dengan Hotel Indonesia Kempinski penuh dengan penjual makanan, dan sebagainya. tapi yang gue heran kenapa gue ga ngeliat tong sampah ya. jadi sepanjang perjalanan gue ngelilingin gedung Hotel Indonesia Kempinski, sama sekali ga nemu tong sampah.
apalagi gue lagi megang bekas gelas susu yang pengen gue buang. kalo gue buang gitu aja di jalan, malu gue.

 

 

odong-odong

odong-odong adalah alat transportasi di jakarta dan sekitarnya yang hanya melayani penumpang khusus, yaitu penumpang anak-anak.

trayek odong-odong khusus, yaitu hanya melayani trayek seputaran komplek atau seputaran lingkungan dimana anak-anak tersebut tinggal. tapi ada juga odong-odong ketika ‘narik’ malah statis, alias tidak bergerak.

odong-odong menggunakan tenaga si abangnya, alias tenaga kayuh, tapi ada juga odong-odong yang bermesin motor, atau bahkan menggunakan mesin mobil. bodynya biasanya hasil rakitan, terdiri dari bangku-bangku berjejer. masih bingung kaya’ gimana? silahkan liat foto dari bingkit di flickr.

odong-odong yang bermesin, biasanya berkeliling komplek dalam jangkauan yang agak jauh. mirip seperti kereta mobil yang ada di prj. tapi odong-odong yang statis, biasanya menggunakan tenaga kayuh untuk menggerakan kuda-kuda-annya sementara odong-odongnya diam ditempat.

dan ternyata odong-odong ini sudah menjadi bisnis tersendiri, dimana pembuat dan penarik (baca:pengemudi) nya bisa mendapatkan omzet yang lumayan

blitz megaplex

spiderman 3 ticket blitzmegaplexsetelah kemunculan pertama kali di paris van java, bandung. pada bulan april 2007, blitz megaplex hadir di jakarta, di grand indonesia lantai 8.

blitz menyajikan studio yang lebih banyak dari pada yang di tawarkan saingannya di 21 group. sehingga dalam rentang waktu yang setengah jam saja bisa memutar film yang sama nyaris bersamaan.

selain itu blitz juga menayangkan film film yang selama ini belum tersentuh oleh group 21, antara lain film eropa, film asia (jepang, korea), anime, film independen, film festival.

karena itu lantas menjadi tempat yang menyenangkan bagi para peminat film yang selama ini mungkin menunggu jiffest untuk bisa menonton film film non-hollywood.

untuk pasaran jakarta, tampaknya harga tiket nya memang bersaing. tapi untuk bandung, harga tiket nya untuk menonton di hari non-weekend sangat murah. dihitung dari sisi kualitas studio nya (gambar dan audio) selain karena masih baru tentu juga masih bagus.

pengalaman pertama nonton di blitz dengan menonton spider-man 3 di hari minggu tampaknya adalah hal yang salah.

  • pertama, penonton yang datang membludak. apalagi dengan hanya dibukanya 4 loket dari 6(7?) loket yang tersedia.
  • setiap pembeli karcis minimal 5-15 menit untuk bisa terlayani. karena pembeli karcis mesti milih milih kombinasi studio dan jam berapa yang masih ‘agak’ available. ini dikarenakan banyaknya studio yang memutar film yang sama. dan variasi jam yang banyak pula.
  • tidak ada petugas yang mengatur atau mengarahkan dimana sebaiknya mengantri, jadi antrian lane pertama lebih panjang dari pada lane 4 yang letaknya agak di dalam.
  • diseberang loket tiket, ada loket pembelian makanan (atau gratis ya?..) yang panjang antriannya, ujungnya menyentuh ujung antrian beli tiket. sehingga hectic dan udah kaya’ pasar deh.

dan sialnya, dapet baris ke 4 dari depan agak disebelah kanan layar. sebenernya pas dapet bangku tersebut, udah berdoa semoga studio (blitz menyebut studionya auditorium) audi-nya biarpun duduk deket layar tetep bisa nyaman. dan ternyata doa tinggal doa, pegel dan bete juga nonton kedeketan sama layar.

lalu dari sisi design interior, agak merasa kurang sreg dibeberapa lokasi.

  • pintu audi nya, putih, jelek amat. dan untuk tau itu audi berapa, harus ngeliat ke karpet di depannya atau di neon lampu di atasnya yang posisinya nyaris vertikal.
  • toilet, wastafel nyacuma segede piring makan yang lebar, walhasil aer cuci tangan atau pas lagi mo ngambil sabun, berceceran di mana mana. dan urinoirnya yang otomatis.. euh :(
  • pelokasian loket tiket dan pembelian makanan, seberang seberangan sehingga antriannya overlap.
    btw, popcornnya gratis ya untuk setiap pembelian tiket? soalnya gue gak pernah liat ada antrian makanan sepanjang ituh..
  • sisanya, lumayan menarik, ada smoking section, dan ada sofa tunggu nya, enggak kaya group 21 yang sudah menghilangkan sofa tunggu nya di sebagian besar bioskopnya.