pasang, bongkar, pasang

kalau membayangkan lego, atau puzzle yang memang peruntukkannya adalah pasang, bongkar, pasang – mau seberapa sering bongkar pasangnya, tentu ga ada rasa kesal, karena itulah main.

tapi ketika yang dipasang, bongkar, pasang adalah hal yang real, jadi rasanya koq miris.

di sebuah trotoar yang baru jadi di sebuah lokasi di jakarta, semua ‘ubin’ sudah terpasang, ternyata harus dipasang tonggak-tonggak (penghalang?) berlogo pemda dki.

di foto terlihat, bahwa semua ‘ubin’ dipasang dahulu. dan kemudian ditandai mana yang akan dijadikan lokasi tonggak.

dan kemudian…

… ubin tempat bakal tonggak dibongkar lagi, untuk kemudian dipasangi tonggak, lalu ubin yang sudah dipotong untuk dipasang lagi.

apa iya, memang begitu caranya secara keilmuan perteknikan?

apa engga sebaiknya direncanakan untuk pasang tonggaknya kemudian baru pasang ubin penutup tonggaknya?

minitrans – bus transjakarta kecil

bus transjakarta ternyata ada berbagai macam, ada yang besar, kecil, di jalur khusus atau pun rute khusus. ada yang gratis, ada yang bayar.

selain bus transjakarta yang berada di bus way, ternyata memang ada bus transjakarta yang tidak di jalur khusus bus. sama seperti bus-bus umum lainnya, yang berhenti di halte pinggir jalan.

untuk bus transjakarta yang kecil – sebesar metromini/kopaja, ada yang berwarna biru, lalu ada yang jingga.

gue biasanya kalau naik transjakarta, selalu dari halte ataupun dari terminal. belum pernah naik dari di selain kedua lokasi tersebut.

maka ketika kemarin di bulungan, melihat bus transjakarta oranye ini, dan memang arah tujuannya pas dengan lokasi yang gue tuju, akhirnya gue pengen coba naik.

tadinya gue mencoba dengan pedenya setopin busnya di persimpangan dekat lampu merah bulungan – kyai maja.

hahah, ternyata ga mau berhenti,
untung keneknya ngasih kode ke gue untuk nunggu di arah belakang sambil ngasih gesture kotak.

bus stop
plang pengumpan bus transjakarta

ooh, mungkin maksudnya di plang bus stop ya.

jalanlah gue ke arah persimpangan csw, dan iya ada plang bus stop di dekat jembatan penyeberangan.

tulisannya Pengumpan Bus Transjakarta

dan, setiap bus mini transjakarta yang lewat, mau disetopin apa engga, akan berhenti dulu sejenak di bus stop ini.

setelah naik bus, gue siapin e-money bank mandiri, karena pilihan utama electronic money gue emang e-money.

pas gue sodorin e-money ke kenek, si masnya nanya apa ada flazz bca. karena gue memang punya kartu tersebut, akhirnya gue ga nanya kenapa ‘gak bisa’ pakai e-money.

untuk bus mini transjakarta oranye ini, bangku duduknya tidak banyak, kalau salah ada 5 atau 6 baris, itu pun ada yang satu baris hanya 1 bangku di satu sisi, 1 bangku di sisi lain.

sementara kalau minitrans yang warna biru, ada bangku yang model angkot jadi duduk berhadap-hadapan pada sisi panjang bus.

pasar kebayoran lama

kemarin menyambagi sebuah lokasi yang gue ga yakin apakah yang gue jelajahi kemarin itu pasar kebayoran lama, apa cuma sejenis pasar yang ada di kebayoran lama, gue ga yakin persis.

sebelumnya naik commuterline, dan turun di stasiun kebayoran.

gedung stasiun kebayoran tampak megah menawan mentereng, namun bisa dibilang jadi seperti menara gading.
karena selangkah dari pintu pagar stasiun maka akan langsung dihadapkan kepada realita.

plang nama stasiun kebayoran
setasiun kebayoran

ketika melangkahkan kaki keluar stasiun yang mengarah ke barat (sisi kanan rel arah serpong) langsung didapati jalanan sempit, mungkin bisa dibilang gang.

melipir terus bersisian dengan motor motor, langsung mandeg tidak bisa meneruskan berjalan kaki, klakson motor saling bersahutan, ada mobil yang tidak bisa membelok, karena terhalang oleh motor yang parkir. motor di kedua arah mampet. entah apakah ini jalanan dua arah apa memang sesuka sukanya pengemudi motor untuk melawan arah arus.

setelah beberapa waktu berdiri ga bisa melangkah, akhirnya lolos juga setelah mencoba menyelinap menyalip beberapa motor.

setelah lolos dari stuck gridlock motor-motor tadi, terlihat beberapa lapak dan toko berada di jalanan di bawah flyover

bawah fly over kebayoran
di bawah flyover

pedangang baju, pedagang burung, pedagang asesoris, pedagang perlengkapan dapur, pedangang macam-macam.

alih-alih mengikuti jalan, gue membelok ke sebuah gang.
ternyata pada gang ini barang yang dijual lebih ajaib.
ini kaya’nya lapak-lapak barang loak, barang bekas.
ada baterei henpon, ada patung-patung mungil, tv, dan baju serta batu akik.

walaupun merasa aneh dengan berbagai jenis barang-barang yang dijual di sini, kemungkinan memang besar ada pembelinya. kalau engga, pasti lapak itu mungkin sudah lama ga berjualan

sekilas melihat kusut dan kumuhnya, gue ga tau apa sebelumnya ada penataan, pengaturan oleh pemda dki di lingkungan sini.

tapi ya itulah salah satu anomali di perekonomian. semakin kusut semwarut macet sebuah lokasi, semakin banyak pembeli, dan juga semakin banyak penjual.

pasar santa

kalau tidak salah, pasar santa ini tenar (kembali) ketika kopi tuku membuka gerainya di sana.

nama yang terpampang di gedung bangungan adalah santa modern market

gedung pasar santa
gedung pasar santa

terletak tidak jauh dari jalan utama, jalan kapten tendean dan jalan wijaya menjadikan lokasinya strategis.
maka ketika beberapa anak muda mencoba berbisnis usaha terkini, maka mereka (sempat) buka gerainya di pasar santa ini.

walaupun menyematkan kata ‘modern’ pada nama pasarnya, sekilas sama sekali tidak terasa ada yang modern, dibangun di tahun 1971 dan di’renovasi’ di 2006, di dalamnya sama normal seperti pasar-pasar lain di jakarta. ada toko, dan los los bangsal pada bagian pasar basah.
atau mungkin karena bertingkat, makanya disematkan kata ‘modern’,

ketika masuk parkirnya, langsung terlihat mesin parkir yang tidak berfungsi, ditempeli kertas bertuliskan “rusak”.
ada petugas yang menyerahkan kartu parkir untuk kendaraan yang masuk.

begitu masuk lahan parkir, ada beberapa aspal yang sudah hancur menjadi tanah.
tidak ramai mobil yang parkir. yang ramai adalah motor, mungkin dari para ojek online yang sedang mengantri di toko kopi tuku.

sebagaimana layaknya pasar. pada lantai dasar banyak toko, ada bermacam toko kelontong, toko barang elektronik dan lain jenisnya.
dan ada beberapa kedai kopi kekinian bermacam nama.

toko pasar santa
toko kelontong

turun ke bawah, ke basement, di bagian tengah ada pasar basah dimana los bangsal penjual daging, ikan, sayur. dan di sisi yang mengelilinginya banyak penjahit, tukang cukur, dan juga toko kelontong.

di basement ini, ada satu toko yang menjual kopi, yang kabarnya terkenal sampai mancanegara, toko dunia kopi.

ketika keluar dari parkiran, lumayan bingung, karena gedung pasar ini memang dilingkupi dengan jalan-jalan kecil. bagi yang tidak paham, maka lumayan membingungkan untuk kembali ke jalan tendean atau ke jalan wijaya.


asemka

salah satu lokasi di jakarta yang menjual alat tulis kantor, pernak-pernik pesta ulang tahun, mainan anak adalah di asemka.

sepanjang jalanan di lokasi tersebut dipakai untuk berjualan oleh pedagang kaki lima. padahal jalanan sudah sangat sempit hanya satu lajur.

di hari terakhir sebelum anak sekolah masuk setelah libur panjang, tentu butuh buku tulis, pensil, dll. sehingga kawasan asemka jadi penuh orang. yang bahkan untuk berjalan kaki saja harus bersisian dengan mobil, motor atau bajaj.

beberapa toko menerima pembelian satuan dengan harga yang berbeda dengan harga grosiran. kadang dengan membeli 3 barang saja sudah mendapatkan harga grosir.

sementara kalau di kaki lima, ya sebisanya untuk menawar, karena memang harganya masih di atas toko.

mrt – ratangga

akhirnya, jakarta punya mrt!

sebenarnya mrt – mass rapid transport – moda raya terpadu – ini sejenis alat transportasi kereta, yang tidak berbeda dengan commuterline yang sudah ada di jakarta. namun karena jalur mrt ini sebagian ada dibuat di bawah tanah, dan sebagian di atas jalanan, sehingga menjadi pengalaman baru buat penduduk jakarta dan sekitarnya.

diresmikan pada 24 maret 2019 oleh presiden jokowi, yang merupakan pelaksana pembuatan mrt ini ketika masih menjabat sebagai gubernur dki. sebelumnya mrt sudah diujicobakan untuk umum dari seminggu sebelumnya.

oleh gubernur jakarta, anies baswedan, mrt jakarta ini diberi nama ratangga, yang artinya(?) kereta perang.

pada awal-awal, perilaku (calon) penumpang mrt ini dikritik habis-habisan, dianggap ‘ga bisa punya barang bagus’, karena ada foto yang beredar beberapa orang bergelayutan, berdiri di atas bangku, dan (calon) penumpang yang piknik di stasiun mrt (HI?).

lalu juga ketertiban penumpang yang belum tahu bagaimana harus antre. jadi penumpang yang hendak naik seharusnya mengantri di dalam garis kuning. tidak boleh ada yang di segitiga hijau karena itu diperuntukkan bagi penumpang turun.

ratangga - mrt jakarta
ratangga – mrt jakarta

lalu ada juga yang iseng menarik tuas emergency, sehingga kereta berhenti mendadak. macam-macam saja

dan beberapa kali stasiun mrt ditutup karena membludaknya calon penumpang.

ada satu hal lagi yang perlu diperhatikan oleh penumpang mrt yang bertujuan turis, yaitu kartu single trip yang dibeli hanya berlaku untuk sekali perjalanan.
yang terjadi ternyata ketika sampai di stasiun tujuan , tidak tap out keluar, tapi langsung putar balik lagi menuju stasiun keberangkatan tanpa tap outtap in.

jika penumpang tidak turun pada stasiun tujuan (dengan ditandai tap out), maka jika lokasi tap out pada stasiun yang lebih jauh akan terkena tambahan biaya.
jika tap out pada stasiun keberangkatan maka akan terkena penalti, denda.

tap, adalah menempelkan kartu pada gate elektronik di stasiun.
tap in, menempelkan kartu ketika berangkat.
tap out, menempelkan kartu ketika sampai.

nah, hal hal ini yang mungkin masih belum disosialisasikan, sehingga gate keluar sering muncul error. padahal bukan system error. tapi orang yang tidak tahu, tap out di stasiun keberangkatan.
akibatnya antrian gate keluar jadi lagging, terhambat.

kemarin coba naik dari stasiun mrt HI. di dalam loket pembelian tiket cuma ada satu petugas. dikarenakan banyak penumpang newbie, petugas loket jadinya merangkap sebagai petugas informasi sekaligus petugas customer service, menjawab pertanyaan dan juga mungkin keluhan dari penumpang.
ditambah slownya system pengisian saldo ke kartu yang prosesnya lambat. akhirnya antrian pembelian tiket single trip jadi mengular.

alternatif pembelian kartu single trip adalah mesin pembelian kartu, tapi saat kemarin terlihat tidak diaktifkan.

tentu saja, jika mau skip antri beli tiket, bisa menggunakan kartu electronic money, seperti e-money, flazz, tapcash, brizzi. pastikan tiap orang memegang kartu elektronik masing masing, karena satu kartu hanya bisa sekali tap.

pintu masuk gambir bagi pejalan kaki

mulai akhir tahun 2018 kemarin, pejalan kaki tidak bisa masuk dari pintu di seberang galeri nasional. jadi harus bergeser kira-kira 100m lagi ke arah utara mendekati persimpangan pejambon.
sementara pengguna mobil atau mobil, masih bisa menggunakan pintu masuk tersebut.

sampai tulisan ini di-publish pun, masih banyak ojek online yang berhenti di pintu masuk yang lama.
bahkan bus umum pun masih berhenti di halte pintu tersebut. sehingga pejalan kaki masih harus mengeluarkan energi ekstra untuk berjalan ke pintu masuk pejalan kaki tersebut.

hasil dari pemindahan ini lumayan efeknya: tidak ada kendaraan terutama motor yang numpuk di pintu tersebut, hal ini sangat mengganggu karena penumpukan ini mengganggu lalu lintas yang dari arah monas, maupun dari arah patung tani,