pintu masuk monas

mengingat banyaknya yang datang ke postingan lama tentang pintu masuk monas. postingan itu bertahun 2014 sementara ,saat ini tahun 2017, sehingga banyak yang sudah berubah.

berikut update mengenai pintu masuk ke monumen nasional (monas):

dari tahun kemarin, pintu masuk monas hanya bisa melalui parkir IRTI. jadi kalau naik bus transjakarta, harus turun di IRTI.

sudah tidak bisa lagi dari pintu gambir dan yang lainnya.

Advertisements

Perpustakaan Nasional

Perpustakaan Nasional beberapa tahun lalu berada di jalan Salemba. dan baru tahun 2017 ini pindah ke gedung baru di jalan Merdeka Selatan.
dan ternyata gedung baru perpustakaan nasional ini adalah perpustakaan tertinggi di dunia. wow!

sampai di gedung baru ini, masih clueless walaupun sudah mendapatkan kisi-kisi dari orang-orang yang sudah mampir duluan.
jadi, dari parkiran naik lift ke lantai 1. dari basement cuma tersedia 3 lift, dan tampaknya hanya 2 lift yang sampai ke basement.

kalau melihat parkiran motor dan mobil, kaya’nya banyak sekali pengunjung di hari sabtu tadi. dan ternyata benar! ramai sekali pengunjungnya.

sampai lantai 1, langsung disuguhi oleh foto foto lukisan presiden dari soekarno sampai jokowi.

IMG_20171021_120804-COLLAGE.jpg

dan ada rak buku yang menjulang dari lantai 1 ini ke lantai 4.

IMG_20171021_115045.jpg

rak buku ini tentu saja menjadi spot foto-foto para pengunjung.
dan rak buku ini kirain isinya properti (seperti untuk iklan/tv), eh ternyata setelah dipegang, buku beneran, plus debunya pula :D

lalu ke lantai 2 untuk registrasi menjadi anggota perpustakaan. karena tampaknya untuk mengakses fasilitas di perpustakaan nasional ini harus sudah menjadi anggota dahulu.

ada mungkin 50-an (atau seratus(?)) komputer disediakan untuk pengunjung mendaftarkan diri, self service. mengisikan no NIK atau no Kartu Keluarga.
sebenarnya mungkin bisa mendaftar terlebih dahulu sebelum datang, namun gak tau bagaimana prosesnya.

ketika datang, terlihat counter pendaftaran menunjukkan angka 200-an, ketika gue sekeluarga mendaftar mendapatkan nomor antrian 400-an. wuah masih harus menunggu 200 nomor!

sambil menunggu, kita lihat-lihat ke balkon luar, gak besar, cuma ada 4 bangku taman, jadi ya sekilas saja melihat pemandangan ke luar yang mengarah ke gedung lama, dan monas.

IMG_20171021_123804.jpg

karena masih terlalu lama menunggu giliran, kita coba naik eskalator.
di lantai 3 ada semacam aula, tapi tertutup. lalu naik lagi ke lantai 4, di sini ada kantin dan ruang pameran.
ada beberapa foto-foto kegiatan presiden jokowi yang sedang dipamerkan.
nah setelah ini tidak ada lagi tangga eskalator.

tujuan kami adalah koleksi buku anak-anak, yang ada di lantai 7.
waduh, musti naik lift yang rame dan penuh.
jadi walaupun liftnya ada 5, aktif semua, tapi susah sekali dapat kemungkinan terangkut, karena selalu penuh dari bawah (jika ingin naik ke atas), atau penuh ketika ke bawah (karena dari atas penuh langsung banyak penumpangnya yang hanya akan ke lantai 1).

oh ya, walaupun dikabarkan terdiri dari 27 lantai. tampaknya lift hanya sampai lantai 24 saja.

IMG_20171021_135805.jpg

 

karena – sekali lagi – masih lama untuk giliran berfoto untuk kartu anggota.
akhirnya diputuskan untuk langsung lihat-lihat ke lantai 7. naik lift. terpaksa turun dulu untuk kemudian ikut naik lagi.

ternyata, untuk koleksi buku-buku anak tidak perlu terdaftar dulu, cukup on the spot daftar di petugas di lantai 7 tersebut.

selain buku-buku, juga ada permainan, seperti sepeda, congkelak, boneka, serta lego.  ruangan luas, ada bangku dan meja, penuh cahaya matahari, serta ada balkon luar.

jadi kaya’nya akan bolak balik lagi nih ke sini bersama anak-anak.

btw, ini ada twitter moment yang dikompilasi oleh @thomasarie

 

asian games gimmick

beberapa waktu lalu di jalanan sekitar gelora bung karno dipasangi gimmick asian games.

asian games ke-18 akan diadakan di jakarta, palembang dan bogor(?), bandung(?), serta tangerang(?)  tahun 2018 nanti mulai 18 Augstus 2018.

keren ya asian games nya nomor cantik, 18 18 8 18.

 

asian games gimmick
asian games gimmick

kaya’nya kalau malam keren nih karena bentuknya lampu dengan icon-icon cabang olah raga

stasiun kebayoran

dari jalanan utama, stasiun ini tidak terlihat. dan bisa dibilang gue ga terlalu tahu lewat mana kalau mau pakai mobil ke stasiun kebayoran ini.

dari jalanan utama (jalan arteri), gue masuk ke dalam gang lalu tembus di sebuah jalan kecil di samping stasiun kebayoran ini.
banyak orang diantar ojek online, sayangnya gue ga terlalu perhatiin apakah ada tempat parkir mobil di sini.

dari luar, terlihat gedungnya sangat megah, kontras dengan lingkungan sekitar yang terkesan kumuh.
begitu masuk pagar, langsung naik ke lantai atas. di sana pintu masuk serta loket tempat pembelian tiket, serta bangku bangku untuk menunggu.
entah apa yang ditunggu ya, karena keretanya ada di lantai dasar.

jadi, setelah beli tiket, masuk pintu masuk, selanjutnya adalah >>turun<< lagi ke lantai dasar.

stasiun kebayoran
lantai 2 stasiun kebayoran

terlihat dari foto ini, sangat sangat luas, ujung ke ujung. tapi fungsionalitasnya kurang tahu, apakah memang tujuannya dibuat selebar dan seluas ini untuk menampung penumpang yang keluar masuk, atau memang ‘ya udah, bikin gini aja’

ok, sekarang mari kita ke dalam.
gue sebagai fans cashless, gue mencoba menggunakan e-money gue. begitu di-tap di rolling door pintu masuk, muncul pesan bahwa kartu tidak bisa dipergunakan.

seinget gue ada semacam ‘register’ reader di dekat loket, mungkin gue harus register dulu.
benar, setelah gue tap di ‘register’ tersebut, kartu gue ‘terdaftar’ dan langsung menampilkan rupiah yang tersimpan di dalamnya.
kembali ke rolling door, tap, lampu hijau, bisa masuk.

setelah masuk, kemudian turun lagi ke lantai dasar.
nah di sana ternyata masih ada bangunan asli stasiun kebayoran ini. tampaknya dijadikan ruang kantor

stasiun kebayoran
gedung lama stasiun kebayoran
kantor pengatur perjalaan kereta
kantor pengatur perjalaan kereta

tidak motoriawi

parkiran motor yang tidak motoriawi sebenarnya juga tidak manusiawi bagi petugasnya.

beberapa hari lalu mendatangi graha niaga di bilangan sudirman, ketika masuk ke parkiran motornya, spot nya cuma sedikit, dan semua motor diumpel-umpelin, udah ga keruan.

miris melihat si petugas menggeser-geser memindahkan motor dari satu posisi ke posisi lain, apalagi kalau ternyata setang motornya dikunci.
bahkan ada barang-barang di motor yang akhirnya ambyar jatuh karena ketika digeser karena kehilangan sanggahan.

parkir motor tidak motoriawi
parkir motor tidak motoriawi

sudah gitu karena memang bentuk zona parkirnya tidak layak, nyari parkir dulu, baru minta karcis parkir, dan manually ditanya pelat nomor nya apa?
ketika mau keluar, harus bayar dulu, baru kemudian ngeluarin motor.
dan ketika keluar, petugasnya nanya lagi manually, “sudah bayar parkir?”
nah itu bisa miss, kalau ternyata pas datang ga ambil karcis parkir. sangat tidak aman.

jadi dengan kondisi parkir seperti ini jadi barang bisa hilang, motor bisa lecet atau rusak

memang sudah waktunya melimit penjualan motor, atau gedung parkir harus bisa menyediakan lokasi parkir yang lebih luas. atau jadi orang kaya dengan mobil :)

pintu masuk stasiun senen

semenjak september 2016, jalanan di depan stasiun senen ditutup, sehingga untuk masuk ke stasiun kereta senen diubah.

sekarang untuk masuk ke stasiun senen melalui yang tadinya adalah pintu keluar mobil. lokasinya di seberang terminal bus senen

IMG_20170405_075036
pintu masuk setasiun senen
IMG_20170405_075100
terminal bus senen

jadi untuk mencapai pintu masuk stasiun senen ini dari arah tugu tani atau keramat, ketika di lampu merah mejelang setasiun harus berbelok ke kiri ke arah terminal bus senen, lalu di depan stasiun berbelok kanan masuk ke stasiun.

sementara yang dari arah kelapa gading masih seperti biasa, kalau biasanya mutar balik di atas terowongan, sekarang belok ke kanan ke arah terminal bus.

kalau naik bus transjakarta yang kecil (yang kopaja) kaya’nya masih bisa sampai ke pintu yang lama.

bertaruh nyawa

berapa banyak nyawa yang dimiliki oleh orang jakarta demi pekerjaannya?

kirain gedung-gedung jakarta sudah menerapkan sistem keamanan,atau K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) atau HSE/SHE (health and safety environment). ternyata ada yang belum.

dan kagetnya yang belum menerapkan adalah salah satu gedung iconic di jakarta, yaitu gedung sarinah.

serem banget ngeliat orang bergelantungan di tali untuk membersihkan bagian luar gedung.
pakai gondola aja sudah serem, apalagi ini yang cuma bergantung pada hanya tali.

bahaya dan kelalaian, itu udah kaya’ teman akrab, ga lepas.
entah pengelola gedung, entah subcontractor pembersih gedung, entah petugasnya.
tapi yang namanya nyawa itu sebisa mungkin dijaga, cuma satu-satunya, jangan diumbar, kecuali elo tokoh di permainan dingdong yang setiap insert coin bisa continue.