unwanted

5 December, 2016 § Leave a comment

Bapak ini tersenyum ketika gue mendekat. gue pengen tahu dia jual barang apa saja.
dalam hitungan detik, gue bisa menyimpulkan kayanya ga ada barang yang gue anggap perlu di lapaknya bapak tersebut.

si bapak serta merta menawarkan barang-barangnya, yang ketika ada orang yang nanya beberapa barang gunanya apa, beliau bilang “tidak tahu”.

hmm, semoga laku ya pak 

penghalang parkir

28 August, 2016 § Leave a comment

mendengar cerita kalau ada orang yang memasang pot pot besar di depan rumahnya, dengan tujuan supaya tidak ada mobil yang parkir di situ.

dari sisi etis ga etis, kalau di dalam kompleks atau lingkungan perumahan, tentu tidak etis memarkir mobil di depan rumah orang. apalagi kalau ternyata jalannya sempit yang muat mobil papasanan itu mepet.

tapi di beberapa lingkungan jalanan yang lebih umum pun, banyak penghalang parkir seperti pot bunga, cone, atau bahkan beton ber-rantai diletakkan di jalanan untuk menghalangi orang parkir.

beton berantai

beton berantai penghalang parkir

cone

cone

dari segi estetika pun, penghalang jalan ini bikin tidak sedap dipandang mata, dan menaruh penghalang-penghalang parkir ini justru mempersempit jalanan.

tapi ya itu, karena orang sini memang kebanyakan tidak ada sopan santunnya memarkir. apapun diparikirin, tidak peduli kalau dia bikin jalan jadi sempit dan macet, atau menghalangi kendaraan untuk keluar masuk.
atau ga ada otaknya, jika di depan pagar sebuah rumah dipasangi tulisan dilarang parkir di depan pagar, eh malah parkirnya di sisi seberangnya.

dan juga biasanya di tempat umum, sudah dipasang rambu dilarang parkir, tapi tetap saja markir di sana.

 

 

menutup jalan

18 August, 2016 § Leave a comment

dalam urusan menutup jalan, kalau mau diadakan riset/sensus, mungkin orang jakarta masuk peringkat pertama dalam hal ini. 

ketika kendurian, ibadah, acara tingkat RT sampai tingkat kenegaraan. pokoknya: tutup jalan. 

sudahlah nutup jalan,  pengaturan,  koordinasi,  informasi -itu pun kalau ada – sangatlah tidak memadai.
orang sudah keburu terjebak kemacetan yg dikarenakan penutupan jalan yg dilakukan. 

untuk tingkat RT,  penutupan jalan karena kendurian,  biasanya dilandasi penekanan biaya. pernah terdengar kabar kalau ahok mengijinkan balai kelurahan untuk dijadikan lokasi kendurian, tapi entah pelaksanaannya bagaimana.

dan di lingkungan RT di jakarta sudah sangat susah ada lapangan terbuka (yg merupakan fasus/fasum).
semua tanah kosong sudah berubah jadi rumah atau minimal lahannya dilingkupi pagar.

di hari kemerdekaan 17 agustusan adalah hari terparah karena tiap RT mengkapling jalanan untuk dijadikan acara lomba. tidak ada koordinasi, walhasil warga yg hendak beraktivitas tidak bisa keluar lingkungan,  karena semua jalanan ditutup. 

‘beruntung’ bagi yang tinggal bukan dipemukiman padat,  anda sedikit terbebas dari masalah ini

E-toll card

8 July, 2016 § 1 Comment

Selama ini cuma dengar orang-orang cerita betapa macam macamnya kelakuan pengemudi terkait gto (gerbang tol otomatis) sampai akhirnya gue menjadi saksi mata ketololan mereka. 

salah satunya adalah peduli setan ini gerbang tol apa ada kuning kuning perboden, bablas masuk aja,  toh lebih kosong dari lajur lain. 

gerbang tol otomatis

akhirnya,  antara mereka bingung trus pasang gigi reverse, atau turun trus minta tolong pengemudi di belakangnya.

ada satu cerita ajaib soal pembablas gto ini,  yaitu mencoba memasukkan uang kertas ke celah keluarnya struk.  

salah satu yg paling ekstrim yang pernah gue liat sendiri adalah,  dari jalur paling kanan patah 90° ke kiri melewati beberapa entrance gto ke lajur entrance pembayaran biasa.

dan ekstrim berikutnya adalah ketika masuk ke exit yang semua loketnya adalah gto,  mereka malah mutar balik melawan arah!  gila

note: postingan ini dalam rangka #julingeblog

jebakan betmen cideng

15 October, 2015 § 1 Comment

seumur umur cideng inilah lokasi yang paling sering gue kena jebakan betmen dari polantas sana.

jadi, pada hari minggu ku weekday gue dan ran pergi ke kota. karena cuma berdua, di bawah jam 10 pagi, dari sarinah ga berani ngambil thamrin yang sedang 3-in-1. sehingga mencoba ngambil rute tanah abang nanti belok ke gajah mada entah di cideng atau di hasyim ashari.

menjelang perempatan cideng barulah gue tersadar kalau lalu lintas pagi di sana itu semua mengarah dari arah tomang, jadi jalurnya semua mengarah ke harmoni, (kecuali jalur lambat depan RS tarakan).

dan gue udah terlambat sadar, plus agak panik ngeliat segerombolan polantas udah masang gigi taringnya untuk menerkam mangsa siap-siap nyetopin.

di persimpangan cideng, rs tarakan ini seinget gue ga ada rambu yang melarang motong lalu lintas, apalagi lampu lalin-nya kuning-kuning doang, bukan lampu merah.

jebakan betmen

jebakan betmen

tapi ya gue ragu, akhirnya malah gue muter balik ke kanan mau balik lagi ke tanah abang. dan langsung deh disuruh minggir.

pret

petugasnya bilang, gue ga boleh muter di situ, tapi ya logika gue, lalu lintas semua mengarah ke harmoni, harusnya bisa dong muter balik di jembatan situ. tapi ya gue diem aja. malas ngomong apa-apa.

pengemudi di jakarta itu manusia?

6 May, 2015 § Leave a comment

beberapa hari ini gue bermasalah dengan pengemudi kendaraan jakarta.

pengemudi metromini, menghentikan busnya di persimpangan. ada lebih dari 5 menit.
gue klakson dong, ga putus-putus, trus busnya geser maju dikit, jadi motor bisa nyelip. tapi klakson ga gue lepas,
eh begitu udah lewat si sopir malah nglakson balik, mana pake klakson suara gede pula.

lalu kasus lain, lalu lintas di persimpangan mandeg karena palang pintu rel kereta yang turun ga selesai-selesai. walhasil ekor kemacetan panjang banget, sampai di persimpangan.

di persimpangan ini ada lampu lalu lintas.

nah ketika pada saat lampu dari arah lawan hijau nyalanya, tentu gue berusaha maju.
eh dari arah lawan, ada mobil bagus tetep merangsek maju.
gue tunjuk dong ke arah lampu lalin di atas. eh supir mobil bagusnya malah ngasih tangan.

hopelesslly speaking, gue udah cukup deh.

anggap anjing, mau dikasih tau pake omongan, pake teriak-teriak, pake maki-maki, tetep aja mana ngerti dia, yang ada tu anjing malah nyerang balik.

pembatasan motor pada Medan Merdeka Barat dan Thamrin

5 December, 2014 § Leave a comment

wacana gubernur DKI untuk membatasi motor untuk tidak melintas di Jalan Medan Merdeka Barat dan sebagian jalan Thamrin akan mulai di uji coba tanggal 17 Desember 2014 ini.

jadi siap siap pada tanggal tersebut dan seterusnya untuk pemotor mencari jalan lain untuk menuju lokasi di sekitar jalan-jalan tersebut.

peta thamrin dan medan merdeka barat

Thamrin dan Medan Merdeka Barat

setelah uji coba ini, ada kemungkinan juga lokasi pembatasannya diperluas sehingga jalan Sudirman.

pejabat terkait sudah woro woro bahwa fasilitas akan diberikan seperti parkir, dan transportasi untuk para pemotor yang akan beraktifitas di daerah ‘larangan’ tersebut.

mari ditunggu hasilnya

 

–update per 15 Des 2014,

btw, ada yang baru terpikir yaitu, yang dari arah Harmoni. harusnya dari persimpangan Harmoni semua motor udah harus dialihkan. karena dari Harmoni ke Istana, ujungnya ya Medan Merdeka Barat, karena Medan Merdeka Utara depan Istana tertutup untuk umum.

 

jalan majapahit

jalan majapahit depan sekneg

jadi harusnya peringatan di spanduk itu ditambahkan jalan Majapahit depan sekneg juga yang termasuk pembatasan pengguna motor.

Where Am I?

You are currently browsing the jalanan category at Jakarta's byte bite.