penghalang parkir

mendengar cerita kalau ada orang yang memasang pot pot besar di depan rumahnya, dengan tujuan supaya tidak ada mobil yang parkir di situ.

dari sisi etis ga etis, kalau di dalam kompleks atau lingkungan perumahan, tentu tidak etis memarkir mobil di depan rumah orang. apalagi kalau ternyata jalannya sempit yang muat mobil papasanan itu mepet.

tapi di beberapa lingkungan jalanan yang lebih umum pun, banyak penghalang parkir seperti pot bunga, cone, atau bahkan beton ber-rantai diletakkan di jalanan untuk menghalangi orang parkir.

beton berantai
beton berantai penghalang parkir
cone
cone

dari segi estetika pun, penghalang jalan ini bikin tidak sedap dipandang mata, dan menaruh penghalang-penghalang parkir ini justru mempersempit jalanan.

tapi ya itu, karena orang sini memang kebanyakan tidak ada sopan santunnya memarkir. apapun diparikirin, tidak peduli kalau dia bikin jalan jadi sempit dan macet, atau menghalangi kendaraan untuk keluar masuk.
atau ga ada otaknya, jika di depan pagar sebuah rumah dipasangi tulisan dilarang parkir di depan pagar, eh malah parkirnya di sisi seberangnya.

dan juga biasanya di tempat umum, sudah dipasang rambu dilarang parkir, tapi tetap saja markir di sana.

 

 

Advertisements

menutup jalan

dalam urusan menutup jalan, kalau mau diadakan riset/sensus, mungkin orang jakarta masuk peringkat pertama dalam hal ini. 

ketika kendurian, ibadah, acara tingkat RT sampai tingkat kenegaraan. pokoknya: tutup jalan. 

sudahlah nutup jalan,  pengaturan,  koordinasi,  informasi -itu pun kalau ada – sangatlah tidak memadai.
orang sudah keburu terjebak kemacetan yg dikarenakan penutupan jalan yg dilakukan. 

untuk tingkat RT,  penutupan jalan karena kendurian,  biasanya dilandasi penekanan biaya. pernah terdengar kabar kalau ahok mengijinkan balai kelurahan untuk dijadikan lokasi kendurian, tapi entah pelaksanaannya bagaimana.

dan di lingkungan RT di jakarta sudah sangat susah ada lapangan terbuka (yg merupakan fasus/fasum).
semua tanah kosong sudah berubah jadi rumah atau minimal lahannya dilingkupi pagar.

di hari kemerdekaan 17 agustusan adalah hari terparah karena tiap RT mengkapling jalanan untuk dijadikan acara lomba. tidak ada koordinasi, walhasil warga yg hendak beraktivitas tidak bisa keluar lingkungan,  karena semua jalanan ditutup. 

‘beruntung’ bagi yang tinggal bukan dipemukiman padat,  anda sedikit terbebas dari masalah ini

pengemudi di jakarta itu manusia?

beberapa hari ini gue bermasalah dengan pengemudi kendaraan jakarta.

pengemudi metromini, menghentikan busnya di persimpangan. ada lebih dari 5 menit.
gue klakson dong, ga putus-putus, trus busnya geser maju dikit, jadi motor bisa nyelip. tapi klakson ga gue lepas,
eh begitu udah lewat si sopir malah nglakson balik, mana pake klakson suara gede pula.

lalu kasus lain, lalu lintas di persimpangan mandeg karena palang pintu rel kereta yang turun ga selesai-selesai. walhasil ekor kemacetan panjang banget, sampai di persimpangan.

di persimpangan ini ada lampu lalu lintas.

nah ketika pada saat lampu dari arah lawan hijau nyalanya, tentu gue berusaha maju.
eh dari arah lawan, ada mobil bagus tetep merangsek maju.
gue tunjuk dong ke arah lampu lalin di atas. eh supir mobil bagusnya malah ngasih tangan.

hopelesslly speaking, gue udah cukup deh.

anggap anjing, mau dikasih tau pake omongan, pake teriak-teriak, pake maki-maki, tetep aja mana ngerti dia, yang ada tu anjing malah nyerang balik.

pelan, di kanan

gue cuma bisa ngereply ketawa miris ngeliat tweet nya @kramput.

tapi tweetnya kramput itu salah satu inshight yang baru pertama kali gue ‘denger’.

entah kenapa orang jakarta demen banget jalan pelan, di kanan pula, di jalan tol apalagi.
entah deh ga ngerti kalo di kanan itu hanya untuk yang mendahului, atau berkecepatan tinggi

kalo di tol, udah dikasih lampu sen kanan dari belakangnya, cuek aja.
dikasih lampu dim, masih cuek,
dikasih klakson pun masih cuek,
emang pinter deh.
http://rahard.wordpress.com/2011/04/01/diajarkan-yang-buruk/#comment-77925

ginilah kalo ngambil SIM nya cuma duduk nunggu foto terus bayar.
walaupun gue juga ga jauh beda. tapi gue mencoba belajar dan mengerti serta memahami rambu.

susahnya menyeberang jalan di jakarta

langsung terenyuh ngebaca tweetnya @me_gaa ini,

segitu susahnya nyeberang di jakarta, dimana tarohannya nyawa.

lalu, kaya’nya perlu kah ada zebra cross.

tapi itu gue ragukan, soalnya tidak ada bedanya dengan kalau tidak ada zebra cross.

menyeberang
zebra cross

zebra cross yang sudah dipasangi lampu lalu lintas aja tetap diterabas sama mobil motor. apalagi yang cuma zebra cross doang

sementara itu, ada orang yang baik yang mau nyeberangin orang lain

masalahnya orang baik itu paling 1 dari 1000. 999 lainnya gak punya empati, ga punya otak, gak punya kemanusiaan.

jadi mesti gimana?
saat ini ga ada yang bisa dilakukan dengan baik-baik, mungkin harus main kayu, misalnya nyeberang sambil bawa kayu/pemukul baseball. atau bawa batu bata, ada yang nekat nerabas ketika lagi nyeberang, hajar/timpuk aja tu orang.

beda kambing dengan petugas lantas di persimpangan sarinah?

gue sering heran sama petugas lalu lintas di persimpangan Sarinah, mereka itu kerja apa cuma jadi patung doang di situ?
para pelanggar lalu lintas dicuekin aja, didiemin aja. ya walhasil semakin didiemin, semakin banyak yang melanggar, semakin kacaulah lalu lintas di persimpangan itu. dan yang pasti semakin ngelunjak para pelanggar lalu lintas itu.

nah terus apa gunanya ada petugas lantas disana? *kembali kepertanyaan awal.
kalo cuman berdiri-diri doang, mendingan ganti aja sama kambing. lebih murah, cuma diempanin rumput, udah diem dia disana.
ga beda khan?

pelanggaran yang gue maksud adalah ada rambu dilarang belok ke arah bundaran HI dari arah tanah abang, dari jam 6.30 pagi sampai jam 7.00 malam.
tapi apa yang terjadi ketika jam 7.00 pagi atau jam 4.00 sore. itu motor dan mobil dengan cuek nya aja dari arah tanah abang belok ke arah bundaran HI. yang mengakibatkan kendaraan dari arah sabang menuju tanah abang terganggu dan terhalang, dan bahkan bisa terjadi kecelakaan.

dua kali gue pulang malam. dan selalu terjadi kecelakaan di persimpangan itu. ya itu, karena ada yang maksa membelok. sementara dari arah berlawanan hendak lurus.

Bodoh, ngga tau, blangsak

Entah apa dan gimana cara ini orang-orang dapetin SIMnya, tapi yang pasti ini entah orang bodoh banget, atau bebal banget, atau emang blank ga tau soal rambu dan perlalulintasan?

Di persimpangan Senen dari arah kwitang. Jalur terbagi 4.
yg paling kiri untuk ke arah lapangan banteng.
Lalu setelah pembatas jalan, untuk yg lurus menuju pasar senen atau cempaka putih.
Lalu dibatasi lagi dikanan dengan jalur bus transjakarta. Dan yang paling kanan terpisah pembatas yg cukup lebar untuk yg menuju salemba.

jalur tengah sedang merah.
Nah si motor, dengan pengemudi bapak-bapak dan penumpang ibu-ibu ga pake helm berhenti di jalur kanan, yg untuk arah salemba. (lihat gambar: elips merah)
Lampu lalin sedang hijau ke arah salemba. Dan mereka berhenti!

Setelah sekian lama si ibu-ibu ngasih tau ke si bapak kalo mereka salah jalur. Sambil nunjuk jalur tengah.

image
Eh, si bapak entah ide dari mana, bukannya berpindah ke jalur tengah, malah langsung nyeberang (lihat gambar: kotak merah), sementara dari arah cempaka putih lampu sedang hijau.
Dan seperti biasa, dimana ada provokator pasti ada bebeknya. Dan seketika si bapak tadi nyeberang, beberapa motor ikutan nyeberang.

image

setelah lepas perempatan tersebut. yang dari arah gunung sahari akan ‘dipaksa’ untuk belok menuju arah cempaka putih di jalur biasa. sementara kalau dari arah kwitang, bisa dua pilihan, jalur biasa yang akan melewati rel, atau lewat terowongan yang bebas dari rel.

nah, gak lama setelah motor tadi. ini ada mobil (kotak merah) dari arah gunung sahari yang nekat mau masuk terowongan.
padahal ada pembatas jalan yang memang ‘memaksa’ untuk melewati jalur biasa (yang melewati rel).
jadi berzigzag lah mobil tersebut (titik oranye) buru-buru melawah arus, karena dari arah kwitang kendaraan sudah mencapai ujung terowongan.

orang-orang kaya’ gitu kalo di’permasalah’in malah makin menjadi ngototan mereka. bukannya ngalah atau kembali ‘ke jalan yang benar’.
gila bener.