menutup jalan

dalam urusan menutup jalan, kalau mau diadakan riset/sensus, mungkin orang jakarta masuk peringkat pertama dalam hal ini. 

ketika kendurian, ibadah, acara tingkat RT sampai tingkat kenegaraan. pokoknya: tutup jalan. 

sudahlah nutup jalan,  pengaturan,  koordinasi,  informasi -itu pun kalau ada – sangatlah tidak memadai.
orang sudah keburu terjebak kemacetan yg dikarenakan penutupan jalan yg dilakukan. 

untuk tingkat RT,  penutupan jalan karena kendurian,  biasanya dilandasi penekanan biaya. pernah terdengar kabar kalau ahok mengijinkan balai kelurahan untuk dijadikan lokasi kendurian, tapi entah pelaksanaannya bagaimana.

dan di lingkungan RT di jakarta sudah sangat susah ada lapangan terbuka (yg merupakan fasus/fasum).
semua tanah kosong sudah berubah jadi rumah atau minimal lahannya dilingkupi pagar.

di hari kemerdekaan 17 agustusan adalah hari terparah karena tiap RT mengkapling jalanan untuk dijadikan acara lomba. tidak ada koordinasi, walhasil warga yg hendak beraktivitas tidak bisa keluar lingkungan,  karena semua jalanan ditutup. 

‘beruntung’ bagi yang tinggal bukan dipemukiman padat,  anda sedikit terbebas dari masalah ini

pengemudi di jakarta itu manusia?

beberapa hari ini gue bermasalah dengan pengemudi kendaraan jakarta.

pengemudi metromini, menghentikan busnya di persimpangan. ada lebih dari 5 menit.
gue klakson dong, ga putus-putus, trus busnya geser maju dikit, jadi motor bisa nyelip. tapi klakson ga gue lepas,
eh begitu udah lewat si sopir malah nglakson balik, mana pake klakson suara gede pula.

lalu kasus lain, lalu lintas di persimpangan mandeg karena palang pintu rel kereta yang turun ga selesai-selesai. walhasil ekor kemacetan panjang banget, sampai di persimpangan.

di persimpangan ini ada lampu lalu lintas.

nah ketika pada saat lampu dari arah lawan hijau nyalanya, tentu gue berusaha maju.
eh dari arah lawan, ada mobil bagus tetep merangsek maju.
gue tunjuk dong ke arah lampu lalin di atas. eh supir mobil bagusnya malah ngasih tangan.

hopelesslly speaking, gue udah cukup deh.

anggap anjing, mau dikasih tau pake omongan, pake teriak-teriak, pake maki-maki, tetep aja mana ngerti dia, yang ada tu anjing malah nyerang balik.