E-toll card

8 July, 2016 § 1 Comment

Selama ini cuma dengar orang-orang cerita betapa macam macamnya kelakuan pengemudi terkait gto (gerbang tol otomatis) sampai akhirnya gue menjadi saksi mata ketololan mereka. 

salah satunya adalah peduli setan ini gerbang tol apa ada kuning kuning perboden, bablas masuk aja,  toh lebih kosong dari lajur lain. 

gerbang tol otomatis

akhirnya,  antara mereka bingung trus pasang gigi reverse, atau turun trus minta tolong pengemudi di belakangnya.

ada satu cerita ajaib soal pembablas gto ini,  yaitu mencoba memasukkan uang kertas ke celah keluarnya struk.  

salah satu yg paling ekstrim yang pernah gue liat sendiri adalah,  dari jalur paling kanan patah 90° ke kiri melewati beberapa entrance gto ke lajur entrance pembayaran biasa.

dan ekstrim berikutnya adalah ketika masuk ke exit yang semua loketnya adalah gto,  mereka malah mutar balik melawan arah!  gila

note: postingan ini dalam rangka #julingeblog

rute bus kecil transjakarta

4 July, 2016 § 2 Comments

beberapa waktu ini gue mengconvert menjadi pengguna bus transjakarta

jembatan penyeberangan antar koridor/halte

jembatan penyeberangan antar koridor/halte

 

sebagai pengguna newbie angkutan umum ini, tentu saja andalan gue adalah bertanya, bertanya dan bertanya. walaupun belum tentu mendapatkan jawaban yang gue inginkan.

perjalanan pertama adalah mencari tahu bus transjakarta mana yang bisa gue naikin untuk ke arah kuningan.
gue tau ada bus dukuh atas ke ragunan yang melewati kuningan.

tapi gue sering lihat ada bus transjakarta baik yang kecil maupun yang besar lewat di taman menteng menuju kuningan.

setelah browsing browsing, dapat info kalau per april 2016 ada 17 rute baru, tapi gue ga nemu rute yang lewat taman menteng ini.

tapi ya kalo ga dicoba, ya ga tau.

maka akhirnya gue menunggu di halte penumpan, dan dengan pedenya langsung naik ketika bus itu berhenti,
ragu, bayarnya gimana, gue nyiapin cash dan flazz card bca.
ketika gue sodorin cash, diterima, trus disimulasikan bahwa pembayaran gue ini pake flazz bca (punya petugasnya).

petualangan berlanjut, ketika gue harus ke arah kebayoran lama.
hasil dari browsing, kemungkinan gue bisa naik yang ke arah pondok indah. cuma pertanyaannya dari kuningan kaya’nya engga ada, jadi gue harus transit.
tapi transitpun juga ga tau di mana, karena banyak banget titik-titik transitnya.

akhirnya, kembali dengan kepedean sebelumnya, dari gatot subroto naik aja ke arah semanggi,
sampai di semanggi, keluar halte, astaga jauuuh aja ya jalan kakinya ke halte bendhil,

kalau kata isman, ini adalah cara pemda dki menyehatkan warganya :D

dari bendhil, barulah bertanya ke petugas loket, apakah ada bus yang menuju ke arah pondok indah.
ternyata ada, jurusannya harmoniciputat.
okeh, setelah menuggu, datang juga yang ke ciputat. dan gue pastiin lagi kalau itu menuju arah pondok indah.

tapi apa nyana, ternyata bus ini tidak melewati jalan arteri! sementara gue butuh ke arah mall gandaria city.
terlebih lagi, bus ini ternyata lewat jalan-jalan kecil seperti jalan radio dalam yang muacuednya ga keruan.
akhirnya gue tanya apa boleh turun, dan dijawab untuk menunggu sampai halte pengumpan.
tapi karena macet maka bergeraknya minim banget, akhirnya gue diperbolehkan turun sebelum waktunya.

perjalan berikutnya adalah kembali gue harus ke arah kebayoran lama, tapi kali ini gue mau naik dari grorol, karena rute yang benar untuk bisa ke kebayoran lama adalah rute harmonilebak bulus. melewati grogol.

tapi apanyana, gue salah halte, gue naik dari halte jembatan besi. untungnya bus yang lewat ini menuju grogol.
dari grogol kembali harus berjalan kaki yang lumayan jauh ke halte grogol satunya lagi.
dari sini rute perjalanan lumayan panjang, karena harfiah :D, melewati jalan panjang. hehhe

nah, ketika turun di kebayoran lama, gue melihat ada bus tj kecil. rutenya terlihat kebayoran lamagrogol.
gue samperin petugasnya, untuk menanyakan rutenya lewat mana, ternyata lewat palmerah dan slipi. wah pas banget, dari pada berlama-lama lewat jalan panjang.

nah sampai saat ini, rute rute yang tadi ga berhasil gue temuin via google.

note: postingan ini dalam rangka #julingeblog

pengemudi di jakarta itu manusia?

6 May, 2015 § Leave a comment

beberapa hari ini gue bermasalah dengan pengemudi kendaraan jakarta.

pengemudi metromini, menghentikan busnya di persimpangan. ada lebih dari 5 menit.
gue klakson dong, ga putus-putus, trus busnya geser maju dikit, jadi motor bisa nyelip. tapi klakson ga gue lepas,
eh begitu udah lewat si sopir malah nglakson balik, mana pake klakson suara gede pula.

lalu kasus lain, lalu lintas di persimpangan mandeg karena palang pintu rel kereta yang turun ga selesai-selesai. walhasil ekor kemacetan panjang banget, sampai di persimpangan.

di persimpangan ini ada lampu lalu lintas.

nah ketika pada saat lampu dari arah lawan hijau nyalanya, tentu gue berusaha maju.
eh dari arah lawan, ada mobil bagus tetep merangsek maju.
gue tunjuk dong ke arah lampu lalin di atas. eh supir mobil bagusnya malah ngasih tangan.

hopelesslly speaking, gue udah cukup deh.

anggap anjing, mau dikasih tau pake omongan, pake teriak-teriak, pake maki-maki, tetep aja mana ngerti dia, yang ada tu anjing malah nyerang balik.

ramah

30 March, 2015 § Leave a comment

bajaj biru sering menonjolkan keramahan lingkungannya karena berbahan bakar gas (walaupun itu cuma scam).

ngga cuma bajajnya yang ramah, pengemudi bajajnya pun ramah mengijinkan penumpang duduk di samping pak kusir yang sedang bekerja.

image

image

wahana baru di jalan sabang

4 November, 2014 § 1 Comment

eh bukan wahana sih…
jangan mentang-mentang ada slot masukin koin, jadi kesannya ini mesin dingdong :D

lagi mampir ke hoka-hoka bento (eh, sekarang namanya hokben) sabang, selesai mampir, pas keluar disamperin tukang parkir.
karena bakal tau bakal bayar parkir, jadi udah disiapin uang receh.
"struk parkirnya ada pak?"
"struk?"
"karcis, kuponnya?"
"engga, engga ada" , heran, ada juga gue yang ada bayar dulu barulah tukang parkir ngasih karcis, ini kenapa malah dia yang nanya mana karcisnya.
"silahkan ke sana pak," nunjuk sebuah mesin di bawah rambu – bayar parkir di sini.
"ooo.." angguk angguk, trus terpaksa markir lagi.

sampai di mesin, ternyata touch screen.
"masukin no pelat nya, pak"
gue pecet-pecet nomor dan huruf,
"trus pilih, kendaraannya apa pak"
pejet jenis kendaraan – trus tampil harga parkirnya.

"euh, ini koin ya? saya ga punya koin"
si bapak parkir ngeluarin dari kantong seplastik uang koin :D
setelah nyemplungin empat koin Rp. 500 ke slotnya. trus keluar deh struk nya.

struk parkir sabang

struk parkir di jalan sabang

weuh, buat pertama kali riweuh, apalagi yang biasa bayar parkir on the spot ke tukang parkir.
lagi pula, tempat bayar parkirnya bisa jadi letaknya agak jauh dari tempat parkir.

nah, terus pengawasannya gimana ya? mekanisme supaya si tukang parkir gak ngutip langsung dari pengendara.
secara, ini endonesah, pasti khan ada pengemudi yang males, malah ngasih uang cash langsung ke juru parkirnya.

parkir khusus difabel

11 February, 2014 § 1 Comment

parkir khusus difabel

Kemarin di parkiran PIM 2 melihat sebuah spot parkir untuk difabel, tapi di depannya ada mobil parkir paralel.

terus kalau ada difabel yang mau parkir disitu, dia mesti turun dari kendaraan dia trus dorong mobil yang lagi parkir itu, apa gimana?

padahal mall sudah menyediakan kekhususan tertentu supaya orang yang membutuhkan tidak susah susah parkir.

sesendok otak untuk polantas bundaran HI

6 July, 2013 § Leave a comment

setiap pagi gue melewati bundaran HI, sering gue mengalami situasi dimana ketika gue sedang melaju dari arah Thamrin karena mendapatkan lampu sedang hijau, tapi gue terhalang sama arus kendaraan yang memutar dari arah Sudirman mau masuk ke  Imam Bonjol.
ketika gue klaksonin, malah yang memotong arus ini bales ngelakson, kesel banget.

bundaran HI

lalu lintas bundaran HI

setelah gue perhatiin ternyata polantas di bunderan HI itulah yang mengasih aba-aba untuk kendaraan yang mutar di bunderan untuk terus melintas walaupun lampu lalu lintas disitu menunjukkan lampu merah!

bego.

macet juga enggak, ada hal hal urgent juga engga, ini seenak dengkulnya nyuruh orang melanggar rambu. kalo terjadi kecelakaan gimana? itu polisi polantas paling juga malah cuci tangan.

Where Am I?

You are currently browsing the kendaraan category at Jakarta's byte bite.