minitrans – bus transjakarta kecil

bus transjakarta ternyata ada berbagai macam, ada yang besar, kecil, di jalur khusus atau pun rute khusus. ada yang gratis, ada yang bayar.

selain bus transjakarta yang berada di bus way, ternyata memang ada bus transjakarta yang tidak di jalur khusus bus. sama seperti bus-bus umum lainnya, yang berhenti di halte pinggir jalan.

untuk bus transjakarta yang kecil – sebesar metromini/kopaja, ada yang berwarna biru, lalu ada yang jingga.

gue biasanya kalau naik transjakarta, selalu dari halte ataupun dari terminal. belum pernah naik dari di selain kedua lokasi tersebut.

maka ketika kemarin di bulungan, melihat bus transjakarta oranye ini, dan memang arah tujuannya pas dengan lokasi yang gue tuju, akhirnya gue pengen coba naik.

tadinya gue mencoba dengan pedenya setopin busnya di persimpangan dekat lampu merah bulungan – kyai maja.

hahah, ternyata ga mau berhenti,
untung keneknya ngasih kode ke gue untuk nunggu di arah belakang sambil ngasih gesture kotak.

bus stop
plang pengumpan bus transjakarta

ooh, mungkin maksudnya di plang bus stop ya.

jalanlah gue ke arah persimpangan csw, dan iya ada plang bus stop di dekat jembatan penyeberangan.

tulisannya Pengumpan Bus Transjakarta

dan, setiap bus mini transjakarta yang lewat, mau disetopin apa engga, akan berhenti dulu sejenak di bus stop ini.

setelah naik bus, gue siapin e-money bank mandiri, karena pilihan utama electronic money gue emang e-money.

pas gue sodorin e-money ke kenek, si masnya nanya apa ada flazz bca. karena gue memang punya kartu tersebut, akhirnya gue ga nanya kenapa ‘gak bisa’ pakai e-money.

untuk bus mini transjakarta oranye ini, bangku duduknya tidak banyak, kalau salah ada 5 atau 6 baris, itu pun ada yang satu baris hanya 1 bangku di satu sisi, 1 bangku di sisi lain.

sementara kalau minitrans yang warna biru, ada bangku yang model angkot jadi duduk berhadap-hadapan pada sisi panjang bus.

mrt – ratangga

akhirnya, jakarta punya mrt!

sebenarnya mrt – mass rapid transport – moda raya terpadu – ini sejenis alat transportasi kereta, yang tidak berbeda dengan commuterline yang sudah ada di jakarta. namun karena jalur mrt ini sebagian ada dibuat di bawah tanah, dan sebagian di atas jalanan, sehingga menjadi pengalaman baru buat penduduk jakarta dan sekitarnya.

diresmikan pada 24 maret 2019 oleh presiden jokowi, yang merupakan pelaksana pembuatan mrt ini ketika masih menjabat sebagai gubernur dki. sebelumnya mrt sudah diujicobakan untuk umum dari seminggu sebelumnya.

oleh gubernur jakarta, anies baswedan, mrt jakarta ini diberi nama ratangga, yang artinya(?) kereta perang.

pada awal-awal, perilaku (calon) penumpang mrt ini dikritik habis-habisan, dianggap ‘ga bisa punya barang bagus’, karena ada foto yang beredar beberapa orang bergelayutan, berdiri di atas bangku, dan (calon) penumpang yang piknik di stasiun mrt (HI?).

lalu juga ketertiban penumpang yang belum tahu bagaimana harus antre. jadi penumpang yang hendak naik seharusnya mengantri di dalam garis kuning. tidak boleh ada yang di segitiga hijau karena itu diperuntukkan bagi penumpang turun.

ratangga - mrt jakarta
ratangga – mrt jakarta

lalu ada juga yang iseng menarik tuas emergency, sehingga kereta berhenti mendadak. macam-macam saja

dan beberapa kali stasiun mrt ditutup karena membludaknya calon penumpang.

ada satu hal lagi yang perlu diperhatikan oleh penumpang mrt yang bertujuan turis, yaitu kartu single trip yang dibeli hanya berlaku untuk sekali perjalanan.
yang terjadi ternyata ketika sampai di stasiun tujuan , tidak tap out keluar, tapi langsung putar balik lagi menuju stasiun keberangkatan tanpa tap outtap in.

jika penumpang tidak turun pada stasiun tujuan (dengan ditandai tap out), maka jika lokasi tap out pada stasiun yang lebih jauh akan terkena tambahan biaya.
jika tap out pada stasiun keberangkatan maka akan terkena penalti, denda.

tap, adalah menempelkan kartu pada gate elektronik di stasiun.
tap in, menempelkan kartu ketika berangkat.
tap out, menempelkan kartu ketika sampai.

nah, hal hal ini yang mungkin masih belum disosialisasikan, sehingga gate keluar sering muncul error. padahal bukan system error. tapi orang yang tidak tahu, tap out di stasiun keberangkatan.
akibatnya antrian gate keluar jadi lagging, terhambat.

kemarin coba naik dari stasiun mrt HI. di dalam loket pembelian tiket cuma ada satu petugas. dikarenakan banyak penumpang newbie, petugas loket jadinya merangkap sebagai petugas informasi sekaligus petugas customer service, menjawab pertanyaan dan juga mungkin keluhan dari penumpang.
ditambah slownya system pengisian saldo ke kartu yang prosesnya lambat. akhirnya antrian pembelian tiket single trip jadi mengular.

alternatif pembelian kartu single trip adalah mesin pembelian kartu, tapi saat kemarin terlihat tidak diaktifkan.

tentu saja, jika mau skip antri beli tiket, bisa menggunakan kartu electronic money, seperti e-money, flazz, tapcash, brizzi. pastikan tiap orang memegang kartu elektronik masing masing, karena satu kartu hanya bisa sekali tap.