travel time

berapa waktu yang dibutuhkan oleh seorang pegawai di zona utara jakarta, ke zona selatan jakarta tanpa kendaraan pribadi?
gue kemarin mencoba menggunakan angkutan umum, sekitar 3 jam.

timeline ke kantor

sekitar jam 7.30-an gue naik metromini. padahal itu hari kerja biasa. namun metromini sangat lengang. bahkan tidak ada kondekturnya.

kekhawatiran gue akhirnya terjadi, metromininya sebelum sampai terminal sudah putar balik.
karena ga ada keneknya, bayarnya ke sopir. untung sopirnya ada kembalian uang 6000 dari uang sepuluh ribu yang gue sodorin.

sementara gue turun, beberapa penumpang tetap bertahan sambil ngedumel kenapa ga diterusin ke terminal.

lalu sambung jalan kaki ke halte transjakarta. eh salah naik :D gue sangka biarpun arahnya sama akan menuju tujuan yang sama, ternyata tidak. maka, turunlah di halte transjakarta juanda. tadinya mau nyambung ke arah tujuan. tapi melihat membludaknya isi halte, akhirnya mutuskan untuk naik kereta.

jalan ke stasiun juanda melewati jembatan penyeberangan yang ajaib, karena mirip tambal sulam,

setelah menunggu sebentar, kereta ke arah manggarai datang. tidak ada kesulitan berarti akhirnya turun di manggarai, dan bertanya mana kereta yang ke tanah abang. yang memang sudah diinfokan ada di salah satu rel sedang menunggu.

setelah naik, tidak berapa lama berangkat menuju tanah abang.

kondisi transit tidak separah di hari libur yang mana para calon penumpang yang akan naik sangat brutal.

setelah sampai di setasiun tujuan, dilanjutkan dengan berjalan kaki,

Advertisements

terminal bus blok m

sebelum menjejakkan kaki di terminal blok m, dalam bayangan gue pasti riweuh.

jadi ketika akhirnya beneran berada di terminal, ternyata lumayan terorganisir.
begitulah yg gue rasakan di jalur 1, dan jalur 2.
jalur 1 dan jalur 2 adalah jalur khusus bus transjakarta.

tapi setelah beberapa kali round trip ke sana akhirnya gue melihat celah besar yang gagal terorganisir.

pada awalnya jalur untuk bus transjakarta hanya di jalur 1,
lalu kemudian dengan pertambahan koridor akhirnya jalur 2 juga difungsikan sebagai jalur khusus bus transjakarta.

jalur 1
jalur 1 terminal blok m

waktu dulu orang yang keluar bus dari jalur 1 harus turun dulu ke dalam blok m mall untuk kemudian naik ke jalur 2.
yang nakal nakal sih dari jalur 1 pergi ke arah belakang untuk turun ke jalur bus.

nah waktu itu jalur 2 masih manual, tidak ada tapping untuk masuk ke jalur tersebut, karena bus transjakarta yang lewat adalah yang versi kecil, yang ada kondekturnya sehingga bisa minta ongkos di dalam bus.
jadi tidak masalah orang ‘lompat’ dari jalur 1 ke jalur 2.

nah sekarang, untuk masuk jalur 2 harus tap in.
di sini lah celahnya

orang yang dari jalur 1 kalau mau ke jalur 2 secara ilegal tinggal pergi ke arah belakang, turun ke jalur bus, lalu masuk ke jalur 2 dari belakang.

jalur 2
jalur 2 terminal blok m

sementara orang dari jalur 2 mau ke jalur 1, mereka menuju ke tangga masuk, untuk keluar, untuk kemudian masuk ke jalur 1 lewat belakang gate.

solusi yang mungkin bisa diterapkan adalah jalur 2 dibuat halte mirip halte di jalur 1. sehingga tidak bisa orang yang hendak keluar melalui jalan masuk.