pelan, di kanan

gue cuma bisa ngereply ketawa miris ngeliat tweet nya @kramput.

tapi tweetnya kramput itu salah satu inshight yang baru pertama kali gue ‘denger’.

entah kenapa orang jakarta demen banget jalan pelan, di kanan pula, di jalan tol apalagi.
entah deh ga ngerti kalo di kanan itu hanya untuk yang mendahului, atau berkecepatan tinggi

kalo di tol, udah dikasih lampu sen kanan dari belakangnya, cuek aja.
dikasih lampu dim, masih cuek,
dikasih klakson pun masih cuek,
emang pinter deh.
http://rahard.wordpress.com/2011/04/01/diajarkan-yang-buruk/#comment-77925

ginilah kalo ngambil SIM nya cuma duduk nunggu foto terus bayar.
walaupun gue juga ga jauh beda. tapi gue mencoba belajar dan mengerti serta memahami rambu.

persimpangan pejompongan


di jakarta bisa dibilang sama sekali tidak ada persimpangan yang menyenangkan. hampir semuanya menyebalkan.

salah satu persimpangan yang menyebalkan, jika persimpangan itu ternyata ada di bawah kolong flyover. karena bisa dipastikan jalanan yang dilalui pasti sempit dan berbenturan dengan arus lalu lintas lain.

contohnya adalah persimpangan pejompongan menuju KH Mas Mansyur. dari arah pejompongan laur yang terpakai bisa satu lajur, dua, bahkan tiga. tapi begitu masuk ke arah Mas Mansyur, lajur yang tersedia hanya satu.
walhasil, serabutan, dan selak-selakan.

kemudian, ketika lalu-lintas berganti lampu jadi hijau, walhasil, antrian kendaraan yang menyempit sepeti leher botol ini menghalangi. ujung-ujungnya lampu lalu lintas yang sudah berwarna merah pun diterobos.