bertaruh nyawa

berapa banyak nyawa yang dimiliki oleh orang jakarta demi pekerjaannya?

kirain gedung-gedung jakarta sudah menerapkan sistem keamanan,atau K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) atau HSE/SHE (health and safety environment). ternyata ada yang belum.

dan kagetnya yang belum menerapkan adalah salah satu gedung iconic di jakarta, yaitu gedung sarinah.

serem banget ngeliat orang bergelantungan di tali untuk membersihkan bagian luar gedung.
pakai gondola aja sudah serem, apalagi ini yang cuma bergantung pada hanya tali.

bahaya dan kelalaian, itu udah kaya’ teman akrab, ga lepas.
entah pengelola gedung, entah subcontractor pembersih gedung, entah petugasnya.
tapi yang namanya nyawa itu sebisa mungkin dijaga, cuma satu-satunya, jangan diumbar, kecuali elo tokoh di permainan dingdong yang setiap insert coin bisa continue.

pengemudi di jakarta itu manusia?

beberapa hari ini gue bermasalah dengan pengemudi kendaraan jakarta.

pengemudi metromini, menghentikan busnya di persimpangan. ada lebih dari 5 menit.
gue klakson dong, ga putus-putus, trus busnya geser maju dikit, jadi motor bisa nyelip. tapi klakson ga gue lepas,
eh begitu udah lewat si sopir malah nglakson balik, mana pake klakson suara gede pula.

lalu kasus lain, lalu lintas di persimpangan mandeg karena palang pintu rel kereta yang turun ga selesai-selesai. walhasil ekor kemacetan panjang banget, sampai di persimpangan.

di persimpangan ini ada lampu lalu lintas.

nah ketika pada saat lampu dari arah lawan hijau nyalanya, tentu gue berusaha maju.
eh dari arah lawan, ada mobil bagus tetep merangsek maju.
gue tunjuk dong ke arah lampu lalin di atas. eh supir mobil bagusnya malah ngasih tangan.

hopelesslly speaking, gue udah cukup deh.

anggap anjing, mau dikasih tau pake omongan, pake teriak-teriak, pake maki-maki, tetep aja mana ngerti dia, yang ada tu anjing malah nyerang balik.