rambu digital berlebihan

rambu penunjuk arah yang digital ini sungguhlah suatu yang berlebihan.

  • karena yang animated cuma panahnya doang. apa gunanya?

harusnya, kalo mau animated ya, lokasi yang dituju tampil bergantian, misal scbd, blok s, blok m, senopati. bukan hanya panahnya yg gerak gerak, itu mah ga penting

  • boros listrik, dan juga kalo ga ada listrik ya mati dunk ya, ga tampil apa apa.

mbo’ ya kalau nyiapin anggaran yang moderen itu yang ada fungsinya juga, bukan cuma kosmetik

Advertisements

wahana baru di jalan sabang

eh bukan wahana sih…
jangan mentang-mentang ada slot masukin koin, jadi kesannya ini mesin dingdong :D

lagi mampir ke hoka-hoka bento (eh, sekarang namanya hokben) sabang, selesai mampir, pas keluar disamperin tukang parkir.
karena bakal tau bakal bayar parkir, jadi udah disiapin uang receh.
"struk parkirnya ada pak?"
"struk?"
"karcis, kuponnya?"
"engga, engga ada" , heran, ada juga gue yang ada bayar dulu barulah tukang parkir ngasih karcis, ini kenapa malah dia yang nanya mana karcisnya.
"silahkan ke sana pak," nunjuk sebuah mesin di bawah rambu – bayar parkir di sini.
"ooo.." angguk angguk, trus terpaksa markir lagi.

sampai di mesin, ternyata touch screen.
"masukin no pelat nya, pak"
gue pecet-pecet nomor dan huruf,
"trus pilih, kendaraannya apa pak"
pejet jenis kendaraan – trus tampil harga parkirnya.

"euh, ini koin ya? saya ga punya koin"
si bapak parkir ngeluarin dari kantong seplastik uang koin :D
setelah nyemplungin empat koin Rp. 500 ke slotnya. trus keluar deh struk nya.

struk parkir sabang
struk parkir di jalan sabang

weuh, buat pertama kali riweuh, apalagi yang biasa bayar parkir on the spot ke tukang parkir.
lagi pula, tempat bayar parkirnya bisa jadi letaknya agak jauh dari tempat parkir.

nah, terus pengawasannya gimana ya? mekanisme supaya si tukang parkir gak ngutip langsung dari pengendara.
secara, ini endonesah, pasti khan ada pengemudi yang males, malah ngasih uang cash langsung ke juru parkirnya.