ngerokok di rumah sakit

apa ya yang ada di benak orang yang ngerokok di lingkungan rumah sakit?

dibeberapa rumah sakit seperti rs budi kemuliaan, dipajang spanduk “dilarang merokok di lingkungan rumah sakit”.
tapi tetep beberapa orang ada yang terlihat merokok di deket parkiran.
terlihat pula seorang pria (suami?) yang mengantar wanita hamil (istrinya?) sambil ngerokok berjalan ke dalam gedung rumah sakit.

lalu ada pula di rumah sakit yang nota bene adalah rumah sakit jantung — dimana jantung adalah penyakit yang ditengarai bakal diderita perokok — seperti di rs jantung harapan kita. para pengunjung/pembezoek malah dengan serta merta merokok di pintu masuk gedung!

mana tuh ya? larangan merokok di lingkungan publik. aturan ya aturan aja, yang melaksanakan aturan kadang pilah pilih mana yang dia suka

unrelated news: kalo sakit jantung jangan di rumah sakit
berita tersebut menceritakan kemungkinan hidup orang yang terserang penyakit jantung di kasino atau bandar udara lebih tinggi jika terserang penyakit jantung di rumah sakit

lingkungan rumah sakit

gara gara ngebaca tulisan cosa tentang UGD, gue jadi teringat sama kondisi lingkungan rumah sakit di jakarta.

nyaris hampir semua rumah sakit di jakarta, di lingkungan sekitarnya pasti ada para pedagang kaki lima yang jualan buah dan makanan kecil. ditambah dengan keadaan macet di lingkungan di jalan menuju rumah sakit tersebut, menimbulkan pertanyaan jahat di benak gue.

"apakah ada orang yang lagi dibawa ke rumah sakit akhirnya meninggal di ambulance karena jalanan menuju rumah sakit macet?"

contoh: rumah sakit cipto mangunkusumo, selain jalanan depannya [lupa nama jalannya] yang sering macet, ketika masuk ke dalam pagar rumah sakit, langsung disambut dengan pikuknya orang lalu lalang di deket pintu UGD nya. kalo serame itu orang lalu lalang, bagaimana ambulan bisa dengan cepat menurunkan pasien?
ditambah, bentuk jalanan menuju UGD membuat supir pasti agak melakukan manuver menikung.
kenapa ya? gak dibuat segampang mungkin supaya ambulan bisa dengan cepat masuk, dan menurunkan pasien?.

rumah sakit di jalan raden saleh, jalanan disekitar situ pun maced, ditambah dengan pedagang kaki lima yang berada dideket pintu masuk.

rumah sakit pusat angkatan darat gatot subroto, di depan atrium senen sebenernya ada 3 lajur, tapi lajur kanan di pake busway. dan lajur kiri di pake sama bis ngetem, dan di deket jembatan penyebrangan lajur berubah jadi satu lajur, karena ada penyempitan jalan. bagaimana ambulan bisa lancar sampe kesitu?