pelan, di kanan
5 May, 2013 § Leave a Comment
gue cuma bisa ngereply ketawa miris ngeliat tweet nya @kramput.
Orang Jakarta sudah terbiasa kena macet, meski jalan lengang Minggu pagi mereka tetap menyetir pelan-pelan.—
(@kramput) April 28, 2013
tapi tweetnya kramput itu salah satu inshight yang baru pertama kali gue ‘denger’.
entah kenapa orang jakarta demen banget jalan pelan, di kanan pula, di jalan tol apalagi.
entah deh ga ngerti kalo di kanan itu hanya untuk yang mendahului, atau berkecepatan tinggi
“@snydez: Ada sebab di jalan tol ditulis "lajur kanan hanya untuk yg mendahului"
Sayangnya banyak pengemudi buta huruf” berasa kena sepet:)—
iCreativeLabs (@icreativelabs) April 08, 2013
kalo di tol, udah dikasih lampu sen kanan dari belakangnya, cuek aja.
dikasih lampu dim, masih cuek,
dikasih klakson pun masih cuek,
emang pinter deh.
http://rahard.wordpress.com/2011/04/01/diajarkan-yang-buruk/#comment-77925
ginilah kalo ngambil SIM nya cuma duduk nunggu foto terus bayar.
walaupun gue juga ga jauh beda. tapi gue mencoba belajar dan mengerti serta memahami rambu.
susahnya menyeberang jalan di jakarta
7 December, 2012 § Leave a Comment
langsung terenyuh ngebaca tweetnya @me_gaa ini,
jaman sekarang, orang mau nyebrang jalan sama orang pengen bunuh diri itu beda tipis..—
Mei ~(˘з˘)~ (@me_gaa) December 02, 2012
segitu susahnya nyeberang di jakarta, dimana tarohannya nyawa.
lalu, kaya’nya perlu kah ada zebra cross.
@kapkap zebra cross di jkt ga ngaruh. Yg ada lampu lalinnya aja juga ga ngaruh—
(@snydez) December 04, 2012
tapi itu gue ragukan, soalnya tidak ada bedanya dengan kalau tidak ada zebra cross.
zebra cross yang sudah dipasangi lampu lalu lintas aja tetap diterabas sama mobil motor. apalagi yang cuma zebra cross doang
sementara itu, ada orang yang baik yang mau nyeberangin orang lain
Dia ga lebay sih, dia mmg suka melayani & nganterin org2 di halte itu naik kendaraan. Dia jagain Ibu²/ Mbak² ke bus biar ga keserempet motor—
rahne putri (@rahneputri) December 06, 2012
masalahnya orang baik itu paling 1 dari 1000. 999 lainnya gak punya empati, ga punya otak, gak punya kemanusiaan.
jadi mesti gimana?
saat ini ga ada yang bisa dilakukan dengan baik-baik, mungkin harus main kayu, misalnya nyeberang sambil bawa kayu/pemukul baseball. atau bawa batu bata, ada yang nekat nerabas ketika lagi nyeberang, hajar/timpuk aja tu orang.
jakarta dan gubernur baru
18 October, 2012 § Leave a Comment
jakarta akhirnya punya gubernur baru per tanggal 15 Oktober 2012 kemarin, setelah ditunda seminggu dari semenjak berakhirnya masa tugas gubernur yang lama.
dengan adanya gubernur baru, maka terbit pula harapan baru. apakah harapan-harapan baru itu?
yang paling standar: solusi kemacetan. solusi kriminalitas (dan ormas penganut kekerasan).
solusi kemacetan yang paling sulit langsung dituntaskan. ngebangun monorel tentu bukan waktu yang sebentar. sementara pembangunannya sendiri juga akan memakan korban kemacetan bertambah.
ada banyak orang bijak yang nge-tweet:
pengendara mobil yang terjebak kemacetan jakarta itu bukanlah korban. tapi pelakunya.
dengan asumsi, si pengendara mengendarai mobil tapi hanya diisi oleh si pengendara itu sendiri.
nah bayanginkan segitu banyaknya mobil berbangku 4 atau lebih yang diisi cuma 1, atau mobil yang berbangku 7 atau lebih yang diisi cuma 2 orang.
jadi gue sih ga terlalu berharap banyak dengan solusi kemacetan.
nah solusi kriminalitas, gue berharap ini bisa bertahap sehingga level kejahatan (sendiri-sendiri maupun kekerasan secara ormas) bisa ditekan.
gue punya anak-anak yang harus gue jaga sampai ke masa mendatang.
bayangin jakarta kaya’ dimasa datang ternyata kekerasan dan kejahatan ga berkurang, bagaimana anak-anak gue bisa sekolah dengan tenang? kalo sekolah gak beres apa ada jaminan kehidupan dimasa datang mereka bisa beres?
solusi kriminalitas juga bisa membuat orang akan bisa menikmati perjalanan dengan kendaraan umum dengan tanpa takut bakal dirampok atau dicopet. sehingga mungkin juga bisa menjadi solusi kemacetan.
beda kambing dengan petugas lantas di persimpangan sarinah?
27 July, 2012 § 1 Comment
gue sering heran sama petugas lalu lintas di persimpangan Sarinah, mereka itu kerja apa cuma jadi patung doang di situ?
para pelanggar lalu lintas dicuekin aja, didiemin aja. ya walhasil semakin didiemin, semakin banyak yang melanggar, semakin kacaulah lalu lintas di persimpangan itu. dan yang pasti semakin ngelunjak para pelanggar lalu lintas itu.
nah terus apa gunanya ada petugas lantas disana? *kembali kepertanyaan awal.
kalo cuman berdiri-diri doang, mendingan ganti aja sama kambing. lebih murah, cuma diempanin rumput, udah diem dia disana.
ga beda khan?
pelanggaran yang gue maksud adalah ada rambu dilarang belok ke arah bundaran HI dari arah tanah abang, dari jam 6.30 pagi sampai jam 7.00 malam.
tapi apa yang terjadi ketika jam 7.00 pagi atau jam 4.00 sore. itu motor dan mobil dengan cuek nya aja dari arah tanah abang belok ke arah bundaran HI. yang mengakibatkan kendaraan dari arah sabang menuju tanah abang terganggu dan terhalang, dan bahkan bisa terjadi kecelakaan.
dua kali gue pulang malam. dan selalu terjadi kecelakaan di persimpangan itu. ya itu, karena ada yang maksa membelok. sementara dari arah berlawanan hendak lurus.
Rambu kuno
19 July, 2012 § 3 Comments
Di jalan thamrin dan sudirman ada beberapa rambu yang kuno. Seperti rambu yang membolehkan belok setelah jam 7 malam.
Peraturan ini kalo untuk tahun 1990 sangat pas, tapi tidak untuk tahun 2012.
Tahun 1990 lalu lintas ga seramai dan sepadat sekarang. Jam 7 malam mungkin sudah kondusif.
Lha sekarang? Jam 7 malam itu baru selesai 3-in-1. Dan orang baru keluar kantor jam segitu, walhasil thamrin dan sudirman jam 7 malam itu sama ramenya kaya jam 5.
Jadi cobalah rambu rambu kuno itu diaudit, masih layak ga? Gue yakin sebagian besar harus diralat.
maling ga mau dimaling
16 May, 2012 § Leave a Comment
sebagian besar pedagang kaki lima ternyata ga menyadari bahwa itu mereka merampas hak-hak para pejalan kaki.
para pedagang kaki lima ini membuat warungnya / atau menaruh barang dagangannya di trotoar, sehingga pejalan kaki yang mau lewat malah harus turun dari trotoar ke jalanan karena ga bisa lewat.
nah yang lucu, udah mereka merampas hak pejalan kaki, tapi mereka gak mau space mereka dijajah oleh pengendara motor yang naik ke trotoar (karena macet).
kalau mau contoh, lewat aja ke jalan kyai haji wahid hasyim antara sarinah dan tanah abang. ada penjual kerdus, warung kaki lima, parkiran mobil, ‘gudang’ sementara.
Bodoh, ngga tau, blangsak
27 December, 2011 § Leave a Comment
Entah apa dan gimana cara ini orang-orang dapetin SIMnya, tapi yang pasti ini entah orang bodoh banget, atau bebal banget, atau emang blank ga tau soal rambu dan perlalulintasan?
Di persimpangan Senen dari arah kwitang. Jalur terbagi 4.
yg paling kiri untuk ke arah lapangan banteng.
Lalu setelah pembatas jalan, untuk yg lurus menuju pasar senen atau cempaka putih.
Lalu dibatasi lagi dikanan dengan jalur bus transjakarta. Dan yang paling kanan terpisah pembatas yg cukup lebar untuk yg menuju salemba.
jalur tengah sedang merah.
Nah si motor, dengan pengemudi bapak-bapak dan penumpang ibu-ibu ga pake helm berhenti di jalur kanan, yg untuk arah salemba. (lihat gambar: elips merah)
Lampu lalin sedang hijau ke arah salemba. Dan mereka berhenti!
Setelah sekian lama si ibu-ibu ngasih tau ke si bapak kalo mereka salah jalur. Sambil nunjuk jalur tengah.

Eh, si bapak entah ide dari mana, bukannya berpindah ke jalur tengah, malah langsung nyeberang (lihat gambar: kotak merah), sementara dari arah cempaka putih lampu sedang hijau.
Dan seperti biasa, dimana ada provokator pasti ada bebeknya. Dan seketika si bapak tadi nyeberang, beberapa motor ikutan nyeberang.

setelah lepas perempatan tersebut. yang dari arah gunung sahari akan ‘dipaksa’ untuk belok menuju arah cempaka putih di jalur biasa. sementara kalau dari arah kwitang, bisa dua pilihan, jalur biasa yang akan melewati rel, atau lewat terowongan yang bebas dari rel.
nah, gak lama setelah motor tadi. ini ada mobil (kotak merah) dari arah gunung sahari yang nekat mau masuk terowongan.
padahal ada pembatas jalan yang memang ‘memaksa’ untuk melewati jalur biasa (yang melewati rel).
jadi berzigzag lah mobil tersebut (titik oranye) buru-buru melawah arus, karena dari arah kwitang kendaraan sudah mencapai ujung terowongan.
orang-orang kaya’ gitu kalo di’permasalah’in malah makin menjadi ngototan mereka. bukannya ngalah atau kembali ‘ke jalan yang benar’.
gila bener.



