Bodoh, ngga tau, blangsak

December 27th, 2011 § Leave a Comment

Entah apa dan gimana cara ini orang-orang dapetin SIMnya, tapi yang pasti ini entah orang bodoh banget, atau bebal banget, atau emang blank ga tau soal rambu dan perlalulintasan?

Di persimpangan Senen dari arah kwitang. Jalur terbagi 4.
yg paling kiri untuk ke arah lapangan banteng.
Lalu setelah pembatas jalan, untuk yg lurus menuju pasar senen atau cempaka putih.
Lalu dibatasi lagi dikanan dengan jalur bus transjakarta. Dan yang paling kanan terpisah pembatas yg cukup lebar untuk yg menuju salemba.

jalur tengah sedang merah.
Nah si motor, dengan pengemudi bapak-bapak dan penumpang ibu-ibu ga pake helm berhenti di jalur kanan, yg untuk arah salemba. (lihat gambar: elips merah)
Lampu lalin sedang hijau ke arah salemba. Dan mereka berhenti!

Setelah sekian lama si ibu-ibu ngasih tau ke si bapak kalo mereka salah jalur. Sambil nunjuk jalur tengah.

image
Eh, si bapak entah ide dari mana, bukannya berpindah ke jalur tengah, malah langsung nyeberang (lihat gambar: kotak merah), sementara dari arah cempaka putih lampu sedang hijau.
Dan seperti biasa, dimana ada provokator pasti ada bebeknya. Dan seketika si bapak tadi nyeberang, beberapa motor ikutan nyeberang.

image

setelah lepas perempatan tersebut. yang dari arah gunung sahari akan ‘dipaksa’ untuk belok menuju arah cempaka putih di jalur biasa. sementara kalau dari arah kwitang, bisa dua pilihan, jalur biasa yang akan melewati rel, atau lewat terowongan yang bebas dari rel.

nah, gak lama setelah motor tadi. ini ada mobil (kotak merah) dari arah gunung sahari yang nekat mau masuk terowongan.
padahal ada pembatas jalan yang memang ‘memaksa’ untuk melewati jalur biasa (yang melewati rel).
jadi berzigzag lah mobil tersebut (titik oranye) buru-buru melawah arus, karena dari arah kwitang kendaraan sudah mencapai ujung terowongan.

orang-orang kaya’ gitu kalo di’permasalah’in malah makin menjadi ngototan mereka. bukannya ngalah atau kembali ‘ke jalan yang benar’.
gila bener.

petugas pembersih kali

November 25th, 2011 § Leave a Comment

Paling sial pas bawa motor ternyata ban bocor kena paku yang sengaja ditebar di jalan.
Tambah sial ketika lokasi bocornya jauh dari tukang tambal ban.

Kemarin, mengalami ban bocor di samping istana negara. Sial banget, mana ada tukang tambal ban dekat istana?
Ada yang menyarankan untuk kearah stasiun juanda. Astaga!  Gile aje jauhnya.

Akhirnya gambling ke arah Abdul Muis.
Pas dekat tikungan Abdul Muis, dikasih tahu bahwa ada tukang tambal ban di Terusan Majapahit.

di samping jalan Terusan Majapahit ternyata ada sebuah kali/sungai. saat itu ada dua orang petugas kebersihan lagi membersihkan kali itu dari sampah-sampah yang (ter)sangkut. mereka cuma berbekal sapu lidi yang bertangkai panjang.

petugas pembersih kali

pembersih kali

petugas pembersih kali ini berjalan menyusuri pinggir kali, menyapukan sapu lidi mereka ke aliran sungai sembari mencungkil sampah-sampah yang terbawa air.

btw, gue akhirnya beli ban dalam, karena yang bocor lumayan dalam, dan bekas tambalan pulak.
dan ban dalam bekas gue itu, dilempar gitu aja loh ke kali sama tukang tambal bannya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,165 other followers