rekonstruksi got thamrin

beberapa bulan ini sedang ada proyek rekonstruksi got di thamrin. got itu bekas pembatas jalur lambat dan cepat yang kemudian dibongkar. got-got itu tadinya dipasang jeruji besi sebagai penutupnya.

jeruji besi tampaknya kurang bersahabat dengan pengendara yang melintas disana, karena mungkin pemasangannya yang tidak benar, atau memang konstruksi gotnya gak memungkin bisa ditutupi dengan pas oleh jeruji besi. jika dilewati oleh ban, terasa sangat menyiksa. atau pernah terlihat ada jeruji besi yang sudah tidak pada lobangnya. waktu itu terlihat cuma dipasangi papan triplek / batang kayu dilobangnya. gak elit, plus bahaya pula, kalo ada yang meleng, walhasil kecelakaan fatal.

nah, sekarang ini got got itu direkonstruksi ulang. diganti dengan semacam beton, lalu pemasangannya juga disejajarkan dengan lapisan aspal. sudah terasa lumayan jika dilewati ban.

sampai sekarang pengerjaannya masih berlanjut. memang membikin macet di jam sibuk. tapi ya itu lah ‘pembangungan’ :)

yang jadi pemikiran sekarang adalah, bagaimana jika jalan tersebut di aspal ulang – seperti pada sekitar bundaran kempinski (d/h. bundaran HI) – bisa ribet lagi ya.

persimpangan pejompongan


di jakarta bisa dibilang sama sekali tidak ada persimpangan yang menyenangkan. hampir semuanya menyebalkan.

salah satu persimpangan yang menyebalkan, jika persimpangan itu ternyata ada di bawah kolong flyover. karena bisa dipastikan jalanan yang dilalui pasti sempit dan berbenturan dengan arus lalu lintas lain.

contohnya adalah persimpangan pejompongan menuju KH Mas Mansyur. dari arah pejompongan laur yang terpakai bisa satu lajur, dua, bahkan tiga. tapi begitu masuk ke arah Mas Mansyur, lajur yang tersedia hanya satu.
walhasil, serabutan, dan selak-selakan.

kemudian, ketika lalu-lintas berganti lampu jadi hijau, walhasil, antrian kendaraan yang menyempit sepeti leher botol ini menghalangi. ujung-ujungnya lampu lalu lintas yang sudah berwarna merah pun diterobos.