diskriminasi motor

dilarang belok

Motor dan pengendaranya, di Jakarta ini, mungkin sudah kenyang dengan segala macam diskriminasi yang dialaminya. Dari mulai tidak disediakannya lahan parkir, parkir dempet-dempet, sampai kemarin ada berita bahwa motor dilarang memutar dan membelok di bundaran HI.

Peraturan yang mengada-ada dan aneh. Lalu mau muter dimana para pengendara motor itu? Kalau dari arah Thamrin, mereka bisalah lewat bawah melewati kolong Dukuh atas, lalu kalau yang dari arah Semanggi? muter dimana? di Monas? Sial banget!

rekonstruksi got thamrin

beberapa bulan ini sedang ada proyek rekonstruksi got di thamrin. got itu bekas pembatas jalur lambat dan cepat yang kemudian dibongkar. got-got itu tadinya dipasang jeruji besi sebagai penutupnya.

jeruji besi tampaknya kurang bersahabat dengan pengendara yang melintas disana, karena mungkin pemasangannya yang tidak benar, atau memang konstruksi gotnya gak memungkin bisa ditutupi dengan pas oleh jeruji besi. jika dilewati oleh ban, terasa sangat menyiksa. atau pernah terlihat ada jeruji besi yang sudah tidak pada lobangnya. waktu itu terlihat cuma dipasangi papan triplek / batang kayu dilobangnya. gak elit, plus bahaya pula, kalo ada yang meleng, walhasil kecelakaan fatal.

nah, sekarang ini got got itu direkonstruksi ulang. diganti dengan semacam beton, lalu pemasangannya juga disejajarkan dengan lapisan aspal. sudah terasa lumayan jika dilewati ban.

sampai sekarang pengerjaannya masih berlanjut. memang membikin macet di jam sibuk. tapi ya itu lah ‘pembangungan’ :)

yang jadi pemikiran sekarang adalah, bagaimana jika jalan tersebut di aspal ulang – seperti pada sekitar bundaran kempinski (d/h. bundaran HI) – bisa ribet lagi ya.