mangga 2 mall

parkir di mall di jakarta adalah perjuangan. salah satu mall yang paling gue sebelin dalam hal parkir adalah mangga 2 mall.

bisa lebih dari 30 menit untuk nyari parkir. ditambah kemacetan di basement parkir setiap ada mobil yang sedang markir atau mau keluar.

ujung-ujungnya parkir ditempat ga lazim. seperti di atas trotoar (di basement). atau di tempat yang nyusahin kendaraan lain untuk lewat, misalnya agak menghalangi pintu exit.

setelah elo dengan susah payah dapat parkir, untuk naek ke mall nya cuma ada SATU lift!
dan itu pun lift ketika sampai di basement, selalu dalam kondisi hampir penuh — karena dari lantai satu yang pengen naek keatas, tapi ga sabar dengan lift yang lambat dan selalu nyaris penuh ketika lift sampai di lantai 1.

udah gitu liftnya udah ga bisa diandalkan lagi. penuh juga belum, eh udah bunyi sehingga orang harus menggoyang-goyangkan liftnya supaya bunyi indikatornya mati.

untuk orang yang ga sabar atau buru-buru biasanya jalan kaki ke exit trus naek keatas, dan gue yakin ini bukan pilihan yang aman, karena adanya kendaraan yang keluar basement. dan exit tersebut bukan jalan orang, tapi jalan buat kendaraan.
atau juga bisa pake lift barang, atau pake tangga darurat di ujung mall.

intinya mall mangga 2 sama sekali ga merhatiin fasilitas yang memudahkan pengunjung.
namanya aja ‘mall’, tapi kondisi kaya’ gini lebih mirip dibilang sebagai pertokoan biasa.

perubahan lalulintas persimpangan coca-cola

tadi pagi ketika dari rumah hendak ke tol dalam kota, setelah keluar dari kodam melewati itc cempaka mas siap siap ngambil lajur kanan untuk belok kearah cawang.
melihat lampu hijau dan countdown indicator masih ada 2 menit lebih, tapi koq mobilmobil pada mandeg. aneh. saking keselnya gue nglakson agak brutal ;-). ternyata mobil² tersebut gak bisa belok kanan karena persimpangannya dipasang cone pembatas jalan.

heh. aneh. ada penutupan jalan, tapi ga ada peringatannya.
trus gue ngelirik agak ke kiri, jalur kiri ada tulisan cawang, dan beberapa mobil menuju kesana.
langsung gue masang lampu sen kiri. padahal gue ada di lajur paling kanan.

ternyata jalan menuju cawang merupakan u-turn mirip jembatan semanggi, jalur tersebut merupakan jembatan yang memutar naik keatas dan turun lagi sesaat sebelum pintu masuk tol.

huh! ada pengalihan jalan kaya’ gini koq ga ada rambu-rambu nya sih :(