Panti Sosial lansia

di jakarta banyak berbagai panti sosial yang menampung orang orang yang butuh perawatan.

salah satunya adalah Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulya 1, ini merupakan panti, rumah untuk lansia yang karena keadaan tertentu akhirnya berada di sini.

panti Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulya 1 merupakan binaan dari pemda dki. menampung cukup banyak lansia dari yang masih sehat, sampai yang sudah tidak mampu lagi beraktivitas. menempati lahan yang sangat luas jadi mampu menampung sejumlah lansia yang ada.

beberapa lansia yang ditemui masih banyak yang bisa beraktivitas, namun dari raut mukanya menampilkan kesan datar.
ada pula yang sudah mulai pikun, dan ada yang tidak reaktif walaupun kondisi fisik masih bisa beraktivitas.

bisa dibilang, nyaris semua yang bisa beraktivitas ini dari segi fisik sudah jauh menurun. ada yang berjalan tertengkak-tengkak, ada yang menggunakan kruk atau tongkat, ada yang memerlukan kursi roda.

terenyuh

 

Advertisements

pusat ponsel itc cempaka mas

ini mungkin pertama kalinya gue pergi ke pusat ponsel itc cempaka mas. takjub.

itc cempaka mas ini merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang massive, besar dan gede.
satu lantai itu kalau tidak salah ada 10 blok.

nah ada satu lantai di itc cempaka mas ini yang didedikasikan untuk toko-toko penjual handphone.

begitu muncul di lantai tersebut dengan serta merta saja, mba mas spg spb langsung menghampiri “silahkan mas, mau cari apa? tanya-tanya aja dulu”
dan di setiap toko yang paling berjarak setengah meter, masing-masing meneriakan merek henpon dagangannya, “boleh…, samsung, xiaomi nya”

ITC cempaka mas
ITC cempaka mas

masing masing spg spb ini bejarak masing masing berdekatan, sangat dekat. jadi belum juga hilang suara spg sebelumnya, elo sudah disambut oleh suara spg berikutnya.

oh iya, selain suara spg spb hanphone, juga bersliweran orang orang yang berjualan cemilan, makanan dan minuman. dari yang nenteng plastikan, atau bawa nampan, sampai ada juga yang bawa troley. semuanya juga meneriakan jualannya, “es teh, roti,..!”

kemarin mencari service center xiaomi,
mengelilingi ber-blok-blok di lantai tersebut koq ga ada, yang ada service center samsung, tapi karena saking luasnya gue masih mencoba mengelilinginya siapa tau terlewat.

akhirnya bertanya, ternyata service centernya bukan di itc cempaka mas nya, tapi di ruko di seberang itc. hlh!

nah dari keliling keliling tadi melihat beberapa tempat service, dengan janji bisa ditunggu.
setau gue kalo di service center resmi, jarang banget bisa ditunggu.
karena sudah terlewat, pas balik lagi mencari, lho ga ketemu tempat service yang gue liat tadi, malah ketemunya tempat lain yang juga menawarkan service bisa ditunggu.

jadi, ya sudah di situ saja, setelah negosiasi, duduk nunggu, gue bosen dan ngantuk, gue bilang ke penjaganya kalau gue mau keliling-keliling.

“bawa kartu nama ini pak, biar nanti balik ke sininya lagi gampang”

hmmm.
benarlah, setelah gue keliling-keliling, gue kesulitan menemukan kembali toko tempat service tadi. lalu baca alamat tokonya di kartu nama, ternyata di blok B, sementara gue di blok K. dan dari blok K ini sama sekali ga ada petunjuk arah blok B itu arah kemana.
akhirnya ngurut mundur ke arah blok yang mendekati, baru dari sana ada panah arah ke blok B.

terminal bus blok m

sebelum menjejakkan kaki di terminal blok m, dalam bayangan gue pasti riweuh.

jadi ketika akhirnya beneran berada di terminal, ternyata lumayan terorganisir.
begitulah yg gue rasakan di jalur 1, dan jalur 2.
jalur 1 dan jalur 2 adalah jalur khusus bus transjakarta.

tapi setelah beberapa kali round trip ke sana akhirnya gue melihat celah besar yang gagal terorganisir.

pada awalnya jalur untuk bus transjakarta hanya di jalur 1,
lalu kemudian dengan pertambahan koridor akhirnya jalur 2 juga difungsikan sebagai jalur khusus bus transjakarta.

jalur 1
jalur 1 terminal blok m

waktu dulu orang yang keluar bus dari jalur 1 harus turun dulu ke dalam blok m mall untuk kemudian naik ke jalur 2.
yang nakal nakal sih dari jalur 1 pergi ke arah belakang untuk turun ke jalur bus.

nah waktu itu jalur 2 masih manual, tidak ada tapping untuk masuk ke jalur tersebut, karena bus transjakarta yang lewat adalah yang versi kecil, yang ada kondekturnya sehingga bisa minta ongkos di dalam bus.
jadi tidak masalah orang ‘lompat’ dari jalur 1 ke jalur 2.

nah sekarang, untuk masuk jalur 2 harus tap in.
di sini lah celahnya

orang yang dari jalur 1 kalau mau ke jalur 2 secara ilegal tinggal pergi ke arah belakang, turun ke jalur bus, lalu masuk ke jalur 2 dari belakang.

jalur 2
jalur 2 terminal blok m

sementara orang dari jalur 2 mau ke jalur 1, mereka menuju ke tangga masuk, untuk keluar, untuk kemudian masuk ke jalur 1 lewat belakang gate.

solusi yang mungkin bisa diterapkan adalah jalur 2 dibuat halte mirip halte di jalur 1. sehingga tidak bisa orang yang hendak keluar melalui jalan masuk.

 

 

koridor 13

busway dari jaman pertama kali gue cobain naik sampai sekarang bisa dibilang tidak mengalami perubahan experience yang berarti, walaupun sekarang sudah ada puluhan koridor.

kali ini gue nyobain sebuah jalur transjakarta yang lumayan unik, koridor 13, karena sebuah jalur layang non tol dibangun khusus sebagai busway, dan juga arah trayek yang sampai ke luar jakarta, yaitu ciledug.

jalur ini belum lama diresmikan, dan sampai sekarang ternyata tidak semua halte beroperasi, ‘kabarnya’ ada ‘kesalahan’ design sehingga akan menimbulkan masalah.

IMG_20171227_164122_HDR.jpg

gue naik dari halte pasar mayestik. alamak! tinggi ya!
sama sekali tidak memungkinkan untuk pengguna kursi roda – karena tidak ada tanjakan landainya. dan sangat kasihan untuk yang mempunyai kekurangan atau masalah pada kaki, dan kasihan untuk lansia yang naik ke atas.

sampai di atas, terlihat pemandangan lega, ya di atas gitu lho..
haltenya disediakan kipas angin, lumayanlah karena sudah keringetan karena naik tangga, ngos-ngosan, dan panas.

IMG_20171227_164434_HDR.jpg

seperti biasa pada koridor koridor lain, ‘antrian’ pasti lumayan banyak. setelah beberapa kali bus lewat barulah bisa ‘maksain’ naik.

perjalanannya lumayan serem buat gue, jalanan yang berkelok kelok, dan tidak ada pembatas jalur dengan arah sebaliknya. dan kalau sopirnya agak ngebut, ngeri aja. udah kaya’ naik roler coaster, dengan kondisi elo ga duduk, pegangan doang, terombang ambing gak bisa berdiri tegap karena penuh penumpang.

dari mayestik sampai akhirnya turun menuju ciledug (note: jalan layangnya tidak sampai ciledug, cuma sampai halte adam malik) itu waktu tempuh kira-kira 8 menit.
sementara dari halte adam malik ke halte puri beta (halte terakhir) itu lewat jalan darat ditempuh 10 hingga 15 menit.

Perpustakaan Nasional

Perpustakaan Nasional beberapa tahun lalu berada di jalan Salemba. dan baru tahun 2017 ini pindah ke gedung baru di jalan Merdeka Selatan.
dan ternyata gedung baru perpustakaan nasional ini adalah perpustakaan tertinggi di dunia. wow!

sampai di gedung baru ini, masih clueless walaupun sudah mendapatkan kisi-kisi dari orang-orang yang sudah mampir duluan.
jadi, dari parkiran naik lift ke lantai 1. dari basement cuma tersedia 3 lift, dan tampaknya hanya 2 lift yang sampai ke basement.

kalau melihat parkiran motor dan mobil, kaya’nya banyak sekali pengunjung di hari sabtu tadi. dan ternyata benar! ramai sekali pengunjungnya.

sampai lantai 1, langsung disuguhi oleh foto foto lukisan presiden dari soekarno sampai jokowi.

IMG_20171021_120804-COLLAGE.jpg

dan ada rak buku yang menjulang dari lantai 1 ini ke lantai 4.

IMG_20171021_115045.jpg

rak buku ini tentu saja menjadi spot foto-foto para pengunjung.
dan rak buku ini kirain isinya properti (seperti untuk iklan/tv), eh ternyata setelah dipegang, buku beneran, plus debunya pula :D

lalu ke lantai 2 untuk registrasi menjadi anggota perpustakaan. karena tampaknya untuk mengakses fasilitas di perpustakaan nasional ini harus sudah menjadi anggota dahulu.

ada mungkin 50-an (atau seratus(?)) komputer disediakan untuk pengunjung mendaftarkan diri, self service. mengisikan no NIK atau no Kartu Keluarga.
sebenarnya mungkin bisa mendaftar terlebih dahulu sebelum datang, namun gak tau bagaimana prosesnya.

ketika datang, terlihat counter pendaftaran menunjukkan angka 200-an, ketika gue sekeluarga mendaftar mendapatkan nomor antrian 400-an. wuah masih harus menunggu 200 nomor!

sambil menunggu, kita lihat-lihat ke balkon luar, gak besar, cuma ada 4 bangku taman, jadi ya sekilas saja melihat pemandangan ke luar yang mengarah ke gedung lama, dan monas.

IMG_20171021_123804.jpg

karena masih terlalu lama menunggu giliran, kita coba naik eskalator.
di lantai 3 ada semacam aula, tapi tertutup. lalu naik lagi ke lantai 4, di sini ada kantin dan ruang pameran.
ada beberapa foto-foto kegiatan presiden jokowi yang sedang dipamerkan.
nah setelah ini tidak ada lagi tangga eskalator.

tujuan kami adalah koleksi buku anak-anak, yang ada di lantai 7.
waduh, musti naik lift yang rame dan penuh.
jadi walaupun liftnya ada 5, aktif semua, tapi susah sekali dapat kemungkinan terangkut, karena selalu penuh dari bawah (jika ingin naik ke atas), atau penuh ketika ke bawah (karena dari atas penuh langsung banyak penumpangnya yang hanya akan ke lantai 1).

oh ya, walaupun dikabarkan terdiri dari 27 lantai. tampaknya lift hanya sampai lantai 24 saja.

IMG_20171021_135805.jpg

 

karena – sekali lagi – masih lama untuk giliran berfoto untuk kartu anggota.
akhirnya diputuskan untuk langsung lihat-lihat ke lantai 7. naik lift. terpaksa turun dulu untuk kemudian ikut naik lagi.

ternyata, untuk koleksi buku-buku anak tidak perlu terdaftar dulu, cukup on the spot daftar di petugas di lantai 7 tersebut.

selain buku-buku, juga ada permainan, seperti sepeda, congkelak, boneka, serta lego.  ruangan luas, ada bangku dan meja, penuh cahaya matahari, serta ada balkon luar.

jadi kaya’nya akan bolak balik lagi nih ke sini bersama anak-anak.

btw, ini ada twitter moment yang dikompilasi oleh @thomasarie

 

rambu dilarang putar balik ajaib

karena kurangnya pengawasan dan jaminan kualitas (quality assurance) dari (sub?) kontraktor, kadang rambu yang dipasang jadi aneh, absurd.

salah satu rambu ajaib terpasang di seberang pasar mayestik (dari arah barito): sebuah rambu dilarang putar balik.

rambu dilarang putar balik
dilarang putar balik

rambu ini baru. dipasang setelah pengerjaan fly over di atasnya.
tapi karena mungkin cuma ditugasin pasang di situ, tanpa ngerti bahwa dari arah barito ke arah pakubowono sama sekali tidak ada putaran balik! ya sudah pasang aja, walaupun arahnya salah.